Warga bersama pihak Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memanfaatkan sekitar 800 galon plastik bekas untuk dirangkai menjadi perahu cilung (Cinta Lingkungan).
Kreasi perahu berbahan dasar limbah galon plastik tersebut dipersiapkan untuk mengikuti lomba Festival Cilung yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 mendatang.
Untuk membuat perahu tersebut, warga mengumpulkan sekitar 800 galon plastik bekas dari lingkungan sekitar. Galon-galon tersebut kemudian dipotong dan dirangkai menjadi badan perahu yang dapat digunakan dalam perlombaan.
Menariknya, perahu cilung tersebut didesain menyerupai burung Elang Bondol. Desain ini menggambarkan kegagahan dan keberanian sekaligus mengangkat salah satu simbol khas DKI Jakarta.
Satgas UPS Badan Air Kecamatan Kebon Jeruk, Peter, mengatakan pembuatan perahu tersebut merupakan salah satu bentuk kreativitas dalam memanfaatkan limbah plastik agar memiliki nilai guna.
"Kita lagi bikin perahu cilung buat lomba tanggal 18 Oktober nanti. Bahannya dari galon bekas yang dipotong-potong. Butuh sekitar 800-an galon yang dikumpulkan dari warga," ujar Peter saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).
Menurut Peter, bentuk Elang Bondol dipilih karena memiliki filosofi kegagahan dan keberanian serta menjadi simbol Jakarta. Ia berharap kreasi tersebut dapat memberikan hasil terbaik dalam perlombaan.
"Filosofinya bentuk elang ini kelihatan gagah dan berani, sekaligus menjadi simbol Jakarta, yaitu Elang Bondol. Harapannya bersama teman-teman tentu kita harus menang dalam perlombaan nanti," katanya.
Melalui keikutsertaan dalam Festival Cilung, warga berharap kreasi perahu berbahan galon bekas tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah plastik menjadi barang yang bernilai guna. (Aji)





