Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat akan menyiapkan sarana drop point pilah sampah di lingkungan RT Kecamatan Kembangan.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Aldi Jansen, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai bagian pengembangan TPS 3R Meruya Selatan menjadi TPS 3R percontohan.
"Saya sudah sampaikan bahwa di penghujung tahun ini, akan ada penetapan APBD Perubahan dalam waktu dekat ini. Nah, itu akan kita siapkan nantinya. Apa itu? sarana wadah pilahnya, baik secara individual maupun kelompok," ujarnya saat bersilaturahmi dengan 28 RW dari empat kelurahan di wilayah Kecamatan Kembangan, dalam rangka pengembangan TPS 3R Meruya Selatan menjadi TPS 3R percontohan, kemarin.
Menurut Aldi, pihaknya saat ini telah menyiapkan sarana drop point pilah sampah di lingkungan RT. Penentuan drop point diserahkan pada masing-masing RW.
"Sudah kita siapkan sarananya pak. Kalo penentuan lokasi, itu butuh koordinasi dengan RW-nya. Mereka menentukan sendiri, karena karakteristik wilayah satu dengan yang lain berbeda. Memang, kami telah menyediakan sarananya satu RT ada dua drop point pilah sampah," jelasnya.
Untuk wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk, lanjut Aldi, pihaknya akan menyediakan sarana pilah sampah secara komunal.
"Mungkin skala komunal agak dibanyakin. Misalkan, 1 RW, ada 8 titik drop point, bisa juga seperti itu." tukasnya.
Ia menyebutkan, drop point itu berisi wadah pilah sampah, khususnya sampah organik, dengan volume 60 liter sampah sisa olahan dapur (SOD).
"Kira-kira 60 liter sampah SOD. Kalo diitung-itung lebih dari itu, pak. Cuma mengingat ketersediaan anggaran yang terbatas, jadi kita hanya menyiapkan perhitungan segitu saja," jelasnya.
Sebelumnya diinformasikan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat akan mengembangkan TPS 3R Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, menjadi TPS 3R percontohan. Mulai 1 Oktober 2026, TPS tersebut tidak lagi menerima sampah yang masih tercampur atau belum dipilah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah melalui Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PLH) Setko Jakarta Barat, Harmawan Susetiyana, saat bertemu 28 ketua RW dari empat kelurahan Kecamatan Kembangan, di Ruang Paseban Betawi Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (16/9).
"Terkait pengembangan TPS 3R menjadi TPS 3R percontohan, tentunya melibatkan banyak pihak. Salah satu diantaranya, ketua RW," ujarnya.
Dikatakan Harmawan, peran ketua RW menjadi kunci keberhasilan program pemilahan sampah dari sumbernya. Tanpa dukungan di tingkat lingkungan, target menjadikan TPS 3R percontohan tidak akan maksimal.
"Kami telah memiliki rencana pengembangan TPS 3R percontohan, hingga komitmen bersama tidak lagi menerima sampah yang tidak dipilah pada 1 Oktober 2026," tukasnya. (why)





