Sejarah Kelurahan Wijaya Kusuma, yang terletak di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, memiliki latar belakang yang unik karena wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma merupakan hasil pemekaran dan transformasi dari kawasan perkebunan menjadi salah satu pusat pemukiman dan pendidikan padat di Jakarta.
Berikut adalah uraian sejarah dan profil Kelurahan Wijaya Kusuma secara lengkap:
1. Asal-Usul Nama
Nama "Wijaya Kusuma" diambil dari nama bunga Wijayakusuma (Epiphyllum oxypetalum). Dalam budaya Jawa, bunga ini dianggap sakral dan melambangkan kejayaan serta kemuliaan. Penggunaan nama bunga untuk kelurahan ini sejalan dengan pola penamaan beberapa wilayah di Jakarta Barat yang menggunakan unsur alam atau tanaman.
2. Pemekaran Wilayah (Tahun 1980-an)
Sebelum berdiri sendiri, wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma merupakan bagian dari Kelurahan Jelambar. Namun, seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Jakarta Barat pada era 1980-an, pemerintah melakukan pemekaran wilayah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
• Pemisahan: Kelurahan Jelambar dipecah menjadi tiga wilayah, yaitu Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, dan Kelurahan Wijaya Kusuma.
• Tujuan: Memudahkan administrasi karena wilayah Wijaya Kusuma mulai berkembang menjadi kawasan hunian (kompleks) dan area komersial yang berbeda karakteristiknya dengan Jelambar lama.
3. Transformasi Wilayah: Dari Rawa ke Pemukiman
Dahulu, sebagian besar wilayah Wijaya Kusuma adalah daerah rawa dan perkebunan liar. Transformasi besar terjadi ketika:
• Pembangunan Kompleks Perumahan: Mulai dibangunnya hunian seperti Kompleks Sekretariat Negara (Setneg) dan perumahan warga yang lebih tertata.
• Sentra Pendidikan: Berdirinya institusi pendidikan besar di sekitarnya (seperti Universitas Tarumanagara dan Trisakti yang berbatasan langsung) memicu pertumbuhan rumah kos dan jasa pendukung di dalam wilayah Wijaya Kusuma.
4. Letak Geografis dan Batas Wilayah
Kelurahan ini memiliki posisi yang sangat strategis karena diapit oleh jalur transportasi utama (Jalan Tol Dalam Kota dan Jalan Letjen S. Parman).
Batas Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma:
Sebelah Utara - Kelurahan Jelambar Baru
Sebelah Timur - Kelurahan Jelambar
Sebelah Selatan - Kelurahan Tanjung Duren Utara
Sebelah Barat - Kelurahan Kedoya Utara
5. Perkembangan Modern
Saat ini, Wijaya Kusuma dikenal sebagai kawasan yang sangat heterogen.
• Kawasan Tangguh: Wilayah ini sering menjadi fokus program pemerintah, termasuk penataan kampung dan penanganan banjir, mengingat posisinya yang dilintasi oleh Kali Angke dan Sekretaris.
• Ekonomi: Ekonomi lokal didominasi oleh sektor UMKM, kuliner, dan jasa sewa hunian karena kedekatannya dengan pusat bisnis Grogol.
Kondisi Administrasi Saat Ini
Kelurahan Wijaya Kusuma terdiri dari 124 Rukun Tetangga (RT) dan 10 Rukun Warga (RW) yang dikelola di bawah Kantor Lurah yang terletak di pusat pemukiman warga untuk memastikan pelayanan seperti kependudukan dan sosial berjalan lancar.
Secara geografi, Kelurahan Wijaya Kusuma merupakan wilayah yang sangat strategis di jantung Jakarta Barat.
1. Posisi Administratif
Kelurahan Wijaya Kusuma terletak di Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Administrasi Jakarta Barat.
2. Batas-Batas Wilayah
Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma berbatasan dengan:
• Utara: Berbatasan dengan Kelurahan Jelambar Baru.
• Selatan: Berbatasan dengan Kelurahan Tanjung Duren Utara.
• Timur: Berbatasan dengan Kelurahan Jelambar.
• Barat: Berbatasan dengan Kelurahan Kedoya Utara.
3. Drainase
Salah satu geografis paling menonjol di Wijaya Kusuma adalah keberadaan drainase makro:
• Rawan Genangan: Karena topografinya yang rendah dan berada di dekat pertemuan beberapa aliran air, sebagian titik di Kelurahan Wijaya Kusuma secara geografis rentan terhadap genangan saat curah hujan tinggi atau luapan sungai. Pemerintah telah membangun beberapa rumah pompa untuk memitigasi hal ini.
4. Tata Guna Lahan
Penggunaan lahan di Kelurahan Wijaya Kusuma cukup meliputi:
• Pemukiman
• Komersial
• Fasilitas Umum
5. Aksesibilitas dan Transportasi
Kelurahan Wijaya Kusuma Infrstruktur transportasi berupa:
• Akses Tol
• Transportasi Publik: Jalur TransJakarta serta dekat dengan Stasiun Pesing (KRL Commuter Line).
Demografi Kelurahan Wijaya Kusuma mencerminkan karakteristik masyarakat perkotaan Jakarta yang sangat heterogen, padat, dan dinamis.
1. Kepadatan dan Jumlah Penduduk
Kelurahan Wijaya Kusuma merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Jakarta Barat. Berdasarkan data kependudukan terbaru, diperkirakan Jumlah Penduduk Menurut Gender :
Jumlah penduduk total : 48.500
Jumlah penduduk laki-laki : 24.498
Jumlah penduduk perempuan : 24.009
Jumlah kepala keluarga : 16.028
2. Suku Bangsa
Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma terdiri dari berbagai jenis suku bangsa yaitu:
• Tionghoa
• Jawa
• Sunda
• Betawi
3. Mata Pencaharian
Berbagai macam mata pencaharian di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma yang terdiri dari:
4. Keberagaman Agama
Tingkat toleransi di Kelurahan Wijaya Kusuma sangat tinggi dengan sebaran rumah ibadah yang berdampingan:
• Islam: Mayoritas, dengan keberadaan Masjid dan Musholla di hampir setiap RW.
• Kristen & Katolik: Populasi yang cukup besar dengan akses mudah ke gereja-gereja besar di area Grogol.
• Buddha: Banyak dianut oleh warga keturunan Tionghoa, ditandai dengan adanya beberapa Vihara di sekitar wilayah Wijaya Kusuma, Jelambar dan Jelambar Baru.
5. Fasilitas Sosial dan Kesehatan
Tersedianya Fasilitas Sosial dan Kesehatan di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma:
• Puskesmas Kelurahan Wijaya Kusuma: Menjadi pusat layanan kesehatan primer warga.
• Pendidikan: Terdapat berbagai sekolah negeri (SDN,SMPN) dan swasta yang melayani penduduk lokal.
• Ruang Publik: Adanya RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) sebagai sarana interaksi sosial warga lintas generasi.
Profil Ringkasan (Unit Administrasi)
• Jumlah RW: 10 RW.
• Jumlah RT: 124 RT.
Visi dan Misi Kelurahan Wijaya Kusuma untuk melayani karakteristik masyarakat lokal yang padat dan dinamis di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma:
Visi
"Mewujudkan Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai kawasan hunian yang aman, nyaman, dan mandiri, melalui pelayanan publik yang prima dan transparan menuju masyarakat yang sejahtera."
Misi
• Pelayanan Prima: Menyelenggarakan administrasi kependudukan dan layanan publik yang cepat, akurat, dan bebas pungutan liar (bersih).
• Peningkatan Infrastruktur: Mengoptimalkan pemeliharaan sarana dan prasarana wilayah, terutama fokus pada sistem drainase dan kebersihan lingkungan untuk meminimalisir genangan.
• Pemberdayaan Masyarakat: Meningkatkan kemandirian warga melalui penguatan sektor UMKM, kegiatan PKK, dan optimalisasi fungsi RPTRA sebagai pusat interaksi sosial.
• Ketertiban dan Keamanan: Menjalin sinergi yang kuat dengan Tiga Pilar (Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) serta pengurus RT/RW untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.
• Lingkungan Hijau: Mendorong partisipasi warga dalam penghijauan dan pengelolaan sampah secara mandiri guna menciptakan kawasan yang asri.
Moto Pelayanan
"Melayani dengan Hati, Bekerja dengan Aksi."
Potensi wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma terdapat empat pilar utama yang menjadikannya kawasan strategis di Jakarta Barat:
Kesimpulan Potensi
Kelurahan Wijaya Kusuma adalah "Kawasan Penyangga Strategis" yang mandiri secara ekonomi melalui perpaduan sektor properti sewa, jasa mikro, dan konektivitas transportasi yang sangat tinggi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda permukiman p...
Baca SelengkapnyaSuku Dinas Sosial Jakarta Barat mendistribusikan bantuan untuk meringankan beban warga terdampak keb...
Baca SelengkapnyaSemarak Bazar Lokal Jakarta Entrepreneur yang digelar di SMK Tunas Harapan, Wijaya Kusuma, Grogol Pe...
Baca SelengkapnyaBakti Sosial donor darah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M ditargetkan 100 pese...
Baca SelengkapnyaSebanyak 836 pelajar diberikan sosialisasi pembekalan motivasi dengan mengusung tema 'Menatap Masa D...
Baca SelengkapnyaSebanyak 65 personel Sudis Gulkarmat Jakarta Barat dikerahkan ke lokasi kebakaran tempat produksi li...
Baca SelengkapnyaKetua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Barat, Lisniawati Uus menga...
Baca SelengkapnyaPelatihan Mobile Training Unit (MTU) kejuruan tata boga yang diikuti 10 peserta berlangsung di Halam...
Baca SelengkapnyaMusibah kebakaran di Jakarta Barat masih relatif tinggi. Selama tiga bulan atau periode Januari hing...
Baca Selengkapnya