Usia Kelurahan Taman Sari sama dengan usia Jakarta. Kawasan ini tumbuh dan menjadi etalase panjang sejarah Jakarta. Sejak dari era Sunda Kelapa (397—1527), Jayakarta (1527—1619), Batavia (1619—1942), Jakaruta Tokubetsu Shi (1942—1945), Djakarta (1945—1972) dan Jakarta (1972—sekarang).
Pada 4 Maret 1621, Pemerintah Stad Batavia (Kota Batavia) dibentuk terbentang dari kawasan Sunda Kelapa sampai kawasan Menteng. Kawasan yang kini menjadi wilayah Kelurahan Taman Sari menurut Zaenudin HM sejarawan Jakarta yang menulis buku, “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe” terbitan Ufuk Perres pada Oktober 2012, menyebutkan pada era Pemerintahan Hindia Belanda abad ke-19 dibangun Taman yang diberi nama “Wilhelmina Park”. “Wilhelmina Park” atau Taman Wilhelmina dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Van De Bosch tahun 1834. Taman Wilhelmina adalah taman terbesar yang dibangun saat itu, terbentang dari kawasan Mangga Besar sampai ke Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal sekarang.
Taman ini dibangun sebagai penghormatan kepada Wilhelmina yang pada saat itu calon tunggal Ratu Belanda. Nama lengkapnya Wilhelmina Helena Puline Marie van Orange Nassau, lahir 31 Agustus 1880 – 28 November 1962, dan menjadi Ratu Belanda sejak 1890-1948. Adalah anak satu-satunya dari Raja Willem III dan istri keduanya Ratu Emma. Taman Wilhelmina selain taman bunga juga terdapat kebon sayur dan buah bagi orang Belanda, aliran Sungai Ciliwung yang bersih mengalir (pada waktu itu) juga menjadi daya tarik Taman Wilhelmina, terdapat Benteng (Citedal) Prins Frederik Hendrik dan Monumen Waterloo atau dikenal juga dengan nama “Atjeh Monumen”, sebuah monument pengingat gugurnya Tentara Belanda dalam perang melawan Kesultanan Aceh Darusalam.
Dalam perjalan sejarahnya yang sangat panjang kawasan Taman Wilhelmina beralih fungsi menjadi derah pemukiman, pertokoan dan termasuk didalamnya lokasi Masjid Istiqlal (1961) dulunya Benteng (Citedal) Prins Frederik Hendrik dan Gereja Katedral. Menurut Zaenudin HM tidak ada penjelasan sejarah terkait perubahan nama dari Taman Wilhelmina menjadi Taman Sari. Ini berlangsung dalam proses sosio-masyarakat yang sangat panjang, mungkin saja karena jejak Taman jadinya disebut Taman Sari.
Versi lain dari cerita oral warga lokal menyebutkan Taman Sari berasal dari, “Prinsen Park”. Prinsen Park dibangun oleh Tan Hin Hie pada tahun 1913. Kawasan yang sekarang dikenal dengan nama Tempat Hiburan Rakayat (THR) Lokasari adalah dulu dikenal nama Prinsen Park. Terdapat rumah produksi film, tempat nongkrong seniman. Artis-artis kenama seperti Bing Slamet, Eddy Sud, Laila Sari dan lain-lain adalah artis yang lahir dari Prinsen Park atau dikenal juga nama “Seniman Sawah Besar”.
Saat ini Taman Sari adalah pemukiman padat, daerah bisnis dan hiburan di Jakarta. Hal yang merepresentasikan kata “Taman”, selain penataan ruang yang menyediakan taman perkotaan (Urban Farming) juga secara substansial adalah kemajemukan warga Taman Sari. Heterogenitas warga dapat dilihat dari keragaman etnis, suku, dan agama yang mendiami wilayah Taman Sari.
Kelurahan Tamansari memiliki 9 Masjid, 7 Gereja dan 5 Vihara menghiasi jalan Taman Sari. Menariknya walaupun heterogenitas warga tinggi, kohesi sosial seperti persaudaraan, kerjasama, gotongroyong dan pergaulan lintas etnis, suku dan agama menjadi panorama warna-warni di Taman Sari.
Barangkali tidak berlebihan jika dikatakan bahwa heterogenitas warga itulah yang disebut “Taman” dan “kohesi sosial seperti persaudaraan, kerjasama, gotongroyong dan pergaulan lintas etnis, suku dan agama” adalah Sarinya.
Untuk menjaga nilai sejarahnya, sejak tahun 2022 Kelurahan Taman Sari rutin menggelar Pesta Budaya Taman Sari sebagai upaya edukasi sosial dan promosi potensi wilayah yang berakar pada narasi sejarah panjang Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai potensi wisata dan budaya kawasan ini dapat diakses melalui portal resmi Informasi lebih lanjut mengenai potensi wisata dan budaya kawasan ini dapat diakses melalui portal resmi https://www.visitkelurahantamansari.com/
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1252 Tahun 1986 dan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1746 tahun 1987, bahwa luas Wilayah Kelurahan Taman Sari seluas 67,72 ha yang terdiri dari 8 RW dan 106 RT dengan perincian :
Lingkungan RW. 01 : 11,40 ha
Lingkungan RW. 02 : 9,30 ha
Lingkungan RW. 03 : 6,87 ha
Lingkungan RW. 04 : 7,92 ha
Lingkungan RW. 05 : 6,20 ha
Lingkungan RW. 06 : 8,82 ha
Lingkungan RW. 07 : 8,75 ha
Lingkungan RW. 08 : 8,46 ha
Secara geografis Wilayah Kelurahan Taman Sari terletak diperbatasan antara Jakarta Barat dengan Jakarta Pusat, dengan batas-batas sebagai berikut :
Pada tahun 2025, jumlah penduduk Kelurahan Taman Sari sebanyak 16.396 jiwa, yang terdiri dari 8.100 jiwa laki-laki dan 8.296 jiwa perempuan, dengan Kepala Keluarga (KK) sejumlah 5.732 KK yang terdiri dari 4.013 KK laki-laki dan 1.719 KK perempuan.
Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia:
Penduduk Usia 7 Tahun keatas Berdasarkan Pendidikan:
Penduduk Berdasarkan Agama:
Penduduk Berdasarkan Status Kawin:
Penduduk 15 Tahun Ke Atas Berdasarkan Pekerjaan:
Source : Data Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta. 2025
Visi
Mewujudkan Kelurahan Taman Sari yang lestari dan berbudaya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan keadilan. Serta menjadikan Kelurahan Taman Sari sebagai kawasan perkantoran, perhotelan dan tempat hiburan yang tertib serta aman dihuni oleh masyarakat yang sejahtera dan berbudaya dalam lingkungan kehidupan sehat.
Misi
1.Bidang Pendidikan
2.Bidang Kesehatan :
3. Sarana Olah Raga
4.Bidang Keagamaan :
5.Bidang Perekonomian :
Sebanyak 36 peserta terdiri dari pengurus TP PKK Kelurahan Taman Sari dan kader Posyandu RW mengikut...
Baca SelengkapnyaKelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat menerima kunjungan dua mahasiswa profesi P...
Baca SelengkapnyaKelurahan Taman Sari menggelar Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak Tahun 2026 di Bale Warga MH Tham...
Baca SelengkapnyaLurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun memberikan hadiah kepada pemenang lomba Musabaqoh Tilawatil...
Baca SelengkapnyaSebanyak 300 warga Taman Sari melakukan kegiatan Jalan Sehat melintasi sejumlah rute dan check...
Baca SelengkapnyaTiga Pilar Kecamatan Taman Sari melakukan roadshow dalam rangka cipta kondisi dan meningkatkan siner...
Baca SelengkapnyaLurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun meresmikan rumah Sinan (56) hasil dari program bedah rumah B...
Baca SelengkapnyaKelurahan Taman Sari bersama karang taruna kelurahan akan menggelar Jalan Sehat dalam rangka menyamb...
Baca SelengkapnyaSebanyak 32 titik Lubang Resapan Biopori (LRB) ditargetkan dibuat sebagai wadah pemilahan sampah org...
Baca Selengkapnya