KEMBANGAN merupakan satu dari delapan Kecamatan yang terletak di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Secara resmi KEMBANGAN ditetapkan menjadi Kecamatan pada tanggal 18 Desember 1990 berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 1990 tentang Pembentukan Kecamatan Kelapa Gading Dan Pademangan Di Wilayah Kotamadya Jakarta Utara, Kecamatan Palmerah, Kalideres Dan Kembangan Di Wilayah Kotamadya Jakarta Barat, Kecamatan Duren Sawit, Makasar, Cipayung Dan Ciracas Di Wilayah Kotamadya Jakarta Timur, Kecamatan Johar Baru Di Wilayah Kotamadya Jakarta Pusat, Kecamatan Pancoran, Jagakarsa Dan Pesanggrahan Di Wilayah Kotamadya Jakarta Selatan Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Geografi Kecamatan Kembangan
Kecamatan Kembangan merupakan salah satu dari delapan kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Barat. Berdasarkan publikasi Kota Jakarta Barat Dalam Angka 2026, Kecamatan Kembangan memiliki luas wilayah 24,16 km² atau 2.416 hektare, setara dengan 18,65 persen dari luas Jakarta Barat. Kembangan merupakan kecamatan terluas ketiga di Jakarta Barat setelah Kalideres dan Cengkareng.
1. Pembagian Wilayah Administrasi
Kecamatan Kembangan terdiri atas enam kelurahan, yaitu:
Pusat pemerintahan kecamatan berada di Kelurahan Meruya Utara.
2. Batas Wilayah
Secara geografis, Kecamatan Kembangan memiliki batas wilayah sebagai berikut:
3. Kondisi Topografi
Karakteristik fisik wilayah Kecamatan Kembangan meliputi:
4. Sungai dan Tata Air
Wilayah Kecamatan Kembangan memiliki aliran sungai yang menjadi bagian dari sistem tata air kawasan. Berdasarkan profil resmi Kelurahan Joglo, sungai yang melintasi kelurahan tersebut meliputi:
Karakteristik dataran rendah dan keberadaan aliran sungai menjadi pertimbangan dalam penataan permukiman, pemeliharaan drainase, pengendalian genangan, serta pengelolaan lingkungan wilayah Kecamatan Kembangan.
Sumber: BPS Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Barat Dalam Angka 2026, tabel geografi tahun 2025; serta profil wilayah pada situs resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Berdasarkan publikasi Kota Jakarta Barat Dalam Angka 2026, jumlah penduduk Kecamatan Kembangan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 308.493 jiwa, terdiri atas 154.330 laki-laki dan 154.163 perempuan. Komposisi tersebut menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan yang relatif seimbang, dengan kepadatan penduduk mencapai 12.377 jiwa per kilometer persegi.
Penduduk Kecamatan Kembangan tersebar di enam kelurahan, yaitu Kembangan Utara sebanyak 69.300 jiwa, Srengseng 57.402 jiwa, Meruya Utara 54.759 jiwa, Joglo 51.421 jiwa, Meruya Selatan 42.172 jiwa, dan Kembangan Selatan 33.439 jiwa. Kelurahan Kembangan Utara memiliki jumlah penduduk terbesar, sedangkan Kembangan Selatan memiliki jumlah penduduk terkecil.
Dari aspek agama, penduduk Kecamatan Kembangan terdiri atas pemeluk Islam sebanyak 244.823 jiwa, Protestan 31.539 jiwa, Katolik 24.156 jiwa, Buddha 7.311 jiwa, Hindu 600 jiwa, serta kategori lainnya sebanyak 64 jiwa. Data tersebut menggambarkan keberagaman agama masyarakat Kecamatan Kembangan.
Informasi demografi ini menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pembangunan, penyediaan pelayanan publik, serta penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan dan persebaran penduduk di setiap kelurahan.
Sumber: BPS Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Barat Dalam Angka 2026, tabel 3.1.1, 3.1.3, dan 4.3.1. Tahun data: 2025. Sumber data kependudukan: Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jakarta Barat.
Berdasarkan kekuatan modal dasar yang dimiliki Jakarta, isu dan permasalahan yang dihadapi, tantangan nasional, regional, dan global ke depan, pencapaian pembangunan pada periode sebelumnya, serta upaya perwujudan Visi Indonesia Emas 2045, maka visi Jakarta diterjemahkan dalam Visi Pembangunan Jangka Panjang Jakarta Tahun 2025 - 2045 sebagai:
Jakarta Kota Global yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.
Dalam upaya mewujudkan Jakarta Kota Global yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, 8 Misi Pembangunan Jangka Panjang Jakarta 2025 – 2045 yang telah dirumuskan adalah sebagai berikut.
Potensi Wilayah Kecamatan Kembangan
Kecamatan Kembangan memiliki beragam potensi yang mendukung pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan ruang terbuka hijau, ruang publik, kawasan perdagangan, perguruan tinggi, serta kegiatan masyarakat menjadi modal untuk mengembangkan wilayah yang nyaman, produktif, dan berwawasan lingkungan.
1. Ruang Terbuka Hijau dan Wisata Edukasi Lingkungan
Hutan Kota Srengseng merupakan salah satu potensi unggulan Kecamatan Kembangan. Kawasan seluas sekitar 15 hektare ini memiliki pepohonan, danau, serta ruang untuk rekreasi dan aktivitas masyarakat.
Potensi pemanfaatannya meliputi:
Pengembangan kegiatan di kawasan ini perlu tetap menjaga fungsi ekologis, kebersihan, dan kelestarian hutan kota.
2. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Pemberdayaan Keluarga
Kecamatan Kembangan memiliki jaringan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di berbagai kelurahan. Di antaranya adalah RPTRA Joglo, Edelweiss PQT, Manuver, Manunggal, Menara, Mahkota, Kecapi 72, Nusa Indah, Kembangan Selatan, dan Kembangan.
Keberadaan RPTRA memberikan peluang untuk memperkuat:
RPTRA dapat terus dikembangkan sebagai ruang kegiatan bersama yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan warga.
3. Pertanian Perkotaan dan Ketahanan Pangan
Potensi pertanian perkotaan di Kecamatan Kembangan didukung oleh keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan, kebun warga, serta pemanfaatan lahan di lingkungan RPTRA dan perkantoran.
Contoh kegiatan dan lokasi pendukungnya meliputi:
Potensi ini dapat dikembangkan melalui pelatihan budidaya, pemanfaatan pekarangan, penanaman sayuran dan tanaman pangan, serta pengolahan hasil panen untuk mendukung kebutuhan keluarga.
4. Perdagangan, Jasa, dan Pengembangan UMKM
Kawasan Puri Indah dan Sentra Primer Barat memiliki aktivitas perdagangan dan jasa yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kecamatan Kembangan. Keberadaan pusat perbelanjaan, usaha lokal, serta kegiatan bazar memberikan ruang bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
Potensi pengembangannya meliputi:
Pengembangan UMKM diarahkan untuk meningkatkan daya saing usaha serta memperluas peluang pendapatan dan pekerjaan bagi masyarakat.
5. Pendidikan dan Kemitraan Perguruan Tinggi
Keberadaan Universitas Mercu Buana di Meruya Selatan menjadi salah satu potensi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kecamatan Kembangan.
Kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah wilayah, dan masyarakat dapat dikembangkan melalui:
Kolaborasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang bermanfaat.
6. Pelestarian Seni dan Budaya Betawi
Kecamatan Kembangan memiliki potensi budaya lokal yang dapat dikembangkan melalui pengenalan tradisi, pembinaan seni, serta keterlibatan generasi muda. Rumah Betawi “Srengseng Bersinergi” dan tradisi silat Beksi di Joglo merupakan contoh modal budaya wilayah.
Peluang pengembangannya meliputi:
Pelestarian budaya dapat memperkuat identitas wilayah sekaligus membuka ruang kreativitas masyarakat.
7. Pengelolaan Lingkungan dan Kampung Iklim
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan menjadi potensi penting Kecamatan Kembangan. Kegiatan tersebut antara lain terlihat melalui Kebun A-Green di Meruya Utara, Bank Sampah Bumi Lestari di Srengseng, serta kegiatan Program Kampung Iklim di Kembangan Utara, Meruya Selatan, dan Joglo.
Potensi yang dapat diperkuat meliputi:
Kegiatan ini mendukung lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
8. Olahraga, Kesehatan, dan Kegiatan Sosial Masyarakat
Ruang publik dan kegiatan bersama di Kecamatan Kembangan memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Kembangan, kegiatan kesehatan di RPTRA, serta aktivitas sosial-keagamaan menjadi sarana interaksi dan pelayanan masyarakat.
Potensi pengembangannya meliputi:
Pemanfaatan potensi tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha, dengan memperhatikan fungsi fasilitas serta kebutuhan warga.
Sumber: publikasi dan informasi resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta Universitas Mercu Buana. Uraian peluang pengembangan merupakan arah pemanfaatan potensi, bukan daftar program yang seluruhnya telah dilaksanakan.
Sebanyak 27 rumah dari tiga RW di Kembangan Utara diberikan sosialisasi Program Bantuan Bedah Rumah...
Baca SelengkapnyaSebanyak 26 objek pajak yang menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (...
Baca SelengkapnyaCamat Kembangan, M. Fahmy Karsawijaya, meninjau lokasi percontohan pemilahan sampah dan urban farmin...
Baca SelengkapnyaSebanyak 500 rumah yang tersebar di sembilan RW Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Ja...
Baca SelengkapnyaSebanyak 179 kendaraan roda dua dikenai Operasi Cabut Pentil (OCP) dalam penertiban parkir liar di k...
Baca SelengkapnyaSebanyak delapan objek pajak yang menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkota...
Baca SelengkapnyaSekitar 100 orang Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), pengelola...
Baca SelengkapnyaSebanyak 89 balita mengikuti pemeriksaan kesehatan di Posyandu Dahli...
Baca SelengkapnyaSebanyak 38,5 kilogram caisim dan beragam komoditas pangan yang...
Baca Selengkapnya