KELURAHAN DURI SELATAN
Pada zaman dulu masyarakat Betawi memanfaatkan duri untuk berbagai keperluan, terutama sebagai perlindungan. Selain itu, duri juga dijadikan sebagai bahasa ungkapan atau peribahasa. Ada beberapa pohon berduri, seperti duri rembosa dan duri ga'ang, yang dimanfaatkan untuk melindungi macam-macam tumbuhan atau buah-buahan dari berbagai macam binatang pemangsa tumbuhan atau buahan.
Kelurahan Duri Selatan sendiri mulanya bernama Angke Duri, lalu berubah menjadi Duri. Kelurahan ini masuk pada Kewedanaan Penjaringan, Kecamatan Krukut, pada 1948. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 terkait dengan pemberlakuan Kotapraja Jakarta Raya (Distrik Federal Jakarta) sebagai Daerah Swatantra yang sejajar dengan provinsi. Berdasarkan Keputusan DPRD Gotong Royong DKI Jakarta 9 Agustus 1966, ditetapkan Perda tentang Pembagian Wilayah-Wilayah dalam rangka Dekonsentrasi Pemerintah DKI Jakarta dan ditindaklanjuti dengan Kepgub DKI Jakarta Nomor Ib.3/1/1/1966 tanggal 12 Agustus 1966. Kelurahan Angke Duri dipecah menjadi dua kelurahan, yaitu Duri dan Angke.
Wilayah kelurahan ini (Angke dan Kapuk) pada masa kolonial dikuasai oleh tuan tanah yang mengelola perusahaan Bataviasche Weeskamer. Penghasilan utamanya adalah padi. Hal ini dijelaskan dalam buku karya G. de Beus, Ambtenaar Ned. Ind. Spoorweg-Mij., Plaatselijk Woordenboek van Java en Madoera, Bevattende Apphabetische Naamlijst van de Voornaamste Plaatsen en van alle Landbouwondernemingen op Java en Madoera, met Gegevens Betreffende den Post-, Telegraaf- en Telefoondienst, Ligging ten Opzichte van Spoor en Tramwegen, Logeergelegenheden, Vervoermiddelen, enz. 1e Uitgave, Amsterdam: Uitgever J. H. de Bussy, 1912.
Nama kelurahan ini berasal dari kata duri, yaitu artinya bagian tumbuhan yang runcing dan tajam atau ‘segala macam bagian tumbuhan atau hewan yang berujung tajam dan cukup keras, sehingga cenderung melukai kulit atau permukaan tubuh lainnya.’ Duri merupakan istilah yang umum (generik). Secara teknis, bidang biologi memiliki istilah yang berbeda-beda sesuai dengan cara terbentuk dan asal-usulnya. Duri berkembang dari asal jaringan yang berbeda-beda.
Pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta yang semakin pesat, ditambah keterbatasan perangkat atau SDM pelayanan kepada masyarakat pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah. Untuk menciptakan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, berbobot, dan bersih, maka atas dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1980 tentang Pedoman Pembentukan, Pemecahan, Penyatuan dan Penghapusan Kelurahan, Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor 1251 Tahun 1986 yang didukung dengan Persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor 140/2271/POUD tanggal 30 Mei 1986 untuk memecah 22 kelurahan menjadi 46 kelurahan. Dengan Keputusan Gubernur itu, di wilayah DKI Jakarta pun berkembang 24 kelurahan baru. Kelurahan Duri dipecah menjadi dua, yaitu Kelurahan Duri Selatan dan Kelurahan Duri Utara.
Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, termasuk daerah yang padat penduduk. Di sini juga terdapat banyak rumah tinggal dan tempat kos karena lokasinya yang strategis dan mudah menuju ke sentra perdagangan yang lain.
Sumber:
Yahya Andi Saputra, I. H. (2022). Penulisan Sejarah Kebudayaan Betawi Toponimi Nama Kelurahan di Jakarta. DKI Jakarta: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Kelurahan Duri Selatan adalah salah satu Kelurahan dari 11 Kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora dengan luas wilayah ± 34,3 Ha terbagi dalam 6 RW dan 70 RT dengan batas-batas sebagai berikut :
• Sebelah Utara : Jl. TSS Raya Kel. Duri Utara, Jakarta Barat
• Sebelah Selatan : Jl. Duri Selatan Raya Kel. Duri Pulo, Jakarta Barat
• Sebelah Barat : Rel KA Kel. Kalianyar, Jakarta Barat
• Sebelah Timur : Jl. KH Moh. Masyur Kel. Tanah Sereal, Jakarta Barat
Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, jumlah penduduk Kelurahan Duri Selatan tercatat sebanyak 16.598 jiwa, yang terdiri dari 8.338 perempuan (50,23%) dan 8.260 laki-laki (49,77%). Jika ditinjau berdasarkan kelompok usia, jumlah usia produktif (15–64 tahun) merupakan kelompok terbesar yaitu sebanyak 11.929 jiwa. Selain itu terdapat penduduk usia anak (<18 tahun) sebanyak 3.947 jiwa, usia muda (0–14 tahun) sebanyak 3.190 jiwa, usia pemuda (16–30 tahun) sebanyak 3.783 jiwa, serta penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun ke atas) sebanyak 2.302 jiwa. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Kelurahan Duri Selatan didominasi oleh penduduk usia produktif yang berpotensi mendukung aktivitas sosial dan perekonomian wilayah.
VISI dan MISI
Keindahan Wilayah antara lain :
Ketua TP PKK Jakarta Barat Lisniawati Uus Kuswanto menjelaskan kegiatan Supervisi Monitoring dan Eva...
Baca SelengkapnyaPalang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat mendistribusikan bantuan kemanusian untuk warga yang terd...
Baca SelengkapnyaSuku Dinas Sosial Jakarta Barat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Kampung...
Baca SelengkapnyaPetugas gabungan Kelurahan Duri Selatan melakukan gerebek Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada 136...
Baca SelengkapnyaAparatur Kelurahan Duri Selatan, melakukan panen ikan lele seberat 8,5 kilogram di areal kantor Kelu...
Baca SelengkapnyaTim Penggerak PKK Kelurahan Duri Selatan melakukan panen jagung ketan dan manis di bagian belakang k...
Baca SelengkapnyaPetugas gabungan Kelurahan Duri Selatan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dala...
Baca SelengkapnyaSebanyak 8 kg sayuran caisim dipanen Lurah Duri Selatan, Tariswan bersama anggota TP PKK Kelurahan d...
Baca SelengkapnyaSebanyak 37 warga lanjut usia (lansia) melakukan cek kesehatan pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (...
Baca Selengkapnya