Foto Pimpinan

Adith Pratama

Lurah - Kelurahan Rawa Buaya

Sejarah

Sejarah Kelurahan Rawa Buaya

Kelurahan Rawa Buaya merupakan salah satu wilayah administratif yang berada di Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Nama Rawa Buaya berkaitan dengan kondisi geografis wilayah yang pada masa lalu didominasi oleh rawa dan daerah berair. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, wilayah tersebut juga dikenal sebagai daerah yang pernah menjadi habitat buaya.

Pada masa Hindia Belanda, wilayah Rawa Buaya merupakan bagian dari tanah partikelir yang berkaitan dengan Tan Liok Tiauw Sia. Seiring dengan perkembangan wilayah Jakarta, Rawa Buaya mengalami perubahan dari kawasan rawa dan pertanian menjadi kawasan permukiman serta perkotaan.

Pada tahun 1974, terjadi perubahan batas wilayah administrasi yang menyebabkan Rawa Buaya menjadi bagian dari wilayah DKI Jakarta dan selanjutnya termasuk dalam Kecamatan Cengkareng. Penataan wilayah kelurahan kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor 12 Tahun 1986.

Seiring dengan perkembangan pembangunan, Kelurahan Rawa Buaya saat ini telah menjadi kawasan perkotaan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan permukiman. Dalam menjalankan pemerintahan, Kelurahan Rawa Buaya berperan dalam memberikan pelayanan publik serta mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.


Geografi

Pada tahun 2026, status administratif wilayah Rawa Buaya adalah kelurahan, yang merupakan bagian dari struktur pemerintahan daerah di bawah pemerintah kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Status tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan di wilayah ini dilaksanakan oleh pemerintah kelurahan sebagai perangkat daerah. Selain itu, Kelurahan Rawa Buaya telah memiliki peta kelurahan yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati/Wali Kota atau Gubernur. Keberadaan peta yang telah memiliki dasar hukum ini menjadi acuan dalam penetapan batas wilayah administratif, penyelenggaraan pelayanan publik, penyusunan rencana tata ruang, serta pelaksanaan perencanaan dan evaluasi pembangunan di tingkat kelurahan. Dengan adanya status administratif yang jelas serta peta wilayah yang telah ditetapkan, penyelenggaraan pemerintahan di Kelurahan Rawa Buaya diharapkan dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan memiliki kepastian hukum.


Kelurahan Rawa Buaya memiliki 13 Rukun Warga (RW) sebagai jenjang SLS di bawah kelurahan dan 157 Rukun Tetangga (RT) sebagai satuan lingkungan terkecil.


Kelurahan Rawa Buaya merupakan salah satu dari tujuh kelurahan di Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 4,07 km² atau sekitar 407 hektare, setara 15,34 persen dari luas Kecamatan Cengkareng (26,54 km²), sehingga menjadi kelurahan terluas di kecamatan tersebut. Jarak ke ibu kota Kecamatan Cengkareng adalah 3,9 km, sedangkan ke ibu kota Kota Administrasi Jakarta Barat sekitar 3,1 km.


Dari sisi geografi, wilayah Kelurahan Rawa Buaya berupa dataran tanpa lereng curam, puncak, maupun tebing, sehingga tidak terdapat permukiman pada kawasan tersebut. Seluruh wilayahnya berada di Pulau Jawa. Adapun batas wilayahnya meliputi Kelurahan Kapuk Muara, Kamal, dan Tegal Alur di sebelah utara, Kelurahan Kapuk, Kedaung Kali Angke, dan Jelambar di sebelah timur, Kelurahan Kembangan Utara dan Duri Kosambi di sebelah selatan, serta Kelurahan Pegadungan dan Kalideres di sebelah barat.


Secara geografis, lokasi kegiatan pemerintahan Kelurahan Rawa Buaya berada pada koordinat 6° 10′11.22920″ Lintang Selatan dan 106°44'3.32549" Bujur Timur, dengan ketinggian sekitar 4 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Rawa Buaya termasuk kawasan dataran rendah yang menjadi bagian dari wilayah perkotaan di Jakarta Barat.


Dari aspek kewilayahan, Kelurahan Rawa Buaya tidak berbatasan langsung dengan laut dan berada di luar kawasan hutan. Karakteristik tersebut mencerminkan bahwa wilayah ini didominasi oleh kawasan perkotaan dengan pemanfaatan lahan untuk permukiman, perdagangan, jasa, serta berbagai fasilitas umum. Informasi mengenai kondisi geografis dan administratif ini menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, penyelenggaraan pelayanan publik, serta pengelolaan wilayah di Kelurahan Rawa Buaya.

Demografi

Data kependudukan Kelurahan Rawa Buaya tahun 2025, tercatat 81.548 jiwa yang terdiri atas 41.324 penduduk laki-laki dan 40.243 penduduk perempuan. Komposisi penduduk menunjukkan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan selisih sekitar 1.081 jiwa. Kondisi ini menunjukkan bahwa komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin di Kelurahan Rawa Buaya relatif seimbang. 


Dari sisi rumah tangga, terdapat 25.920 keluarga yang tercatat sebagai pelanggan listrik PLN. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, data tersebut menunjukkan bahwa satu keluarga ratarata terdiri dari sekitar 3,15 jiwa. Data ini memberikan gambaran mengenai jumlah keluarga yang menjadi bagian dari wilayah Kelurahan Rawa Buaya sekaligus dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam melihat kondisi sosial dan kependudukan wilayah. 


Pada aspek mobilitas dan keberagaman penduduk, tercatat 32 Warga Negara Asing (WNA) di Kelurahan Rawa Buaya. Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan penduduk, sehingga penduduk wilayah ini didominasi oleh Warga Negara Indonesia. 


Sementara itu, data menunjukkan bahwa tidak terdapat keluarga yang tercatat sebagai keluarga pertanian, baik pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, maupun perikanan. Hal ini sejalan dengan karakteristik wilayah perkotaan, di mana aktivitas ekonomi masyarakat lebih banyak berkaitan dengan sektor nonpertanian.


Dari sisi mata pencaharian, sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk Kelurahan Rawa Buaya berasal dari perdagangan, industri kecil, dan jasa. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat lebih berorientasi pada kegiatan perdagangan dan jasa serta usaha berskala kecil, dibandingkan dengan sektor pertanian.


Secara umum, Kelurahan Rawa Buaya pada tahun 2025 memiliki karakteristik wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang cukup besar, komposisi laki-laki dan perempuan yang relatif seimbang, serta aktivitas ekonomi yang didominasi oleh sektor perdagangan, industri kecil, dan jasa. Data ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung perencanaan pembangunan dan penyediaan pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan.

Visi Dan Misi

Visi

“Menjadikan Kelurahan Rawa Buaya yang BERSINERGI dan BERSAHABAT: Bersih, Sehat, Harmonis, Aman, Beriman dan Bertaqwa”


Misi

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
  2. Mewujudkan lingkungan Rawa Buaya yang bersih dan sehat melalui peningkatan kebersihan permukiman, pengelolaan sampah, penghijauan, sanitasi, serta pemeliharaan saluran air.
  3. Meningkatkan ketahanan wilayah terhadap banjir dan genangan melalui pemeliharaan drainase, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga saluran dan lingkungan.
  4. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pelibatan RT/RW, kader masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok warga dalam kegiatan pembangunan.
  5. Mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah kelurahan, masyarakat, RT/RW, dan unsur keamanan.
  6. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan posyandu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, pemberantasan sarang nyamuk, dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
  7. Membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran dengan menghargai keberagaman agama, sosial, budaya, dan latar belakang masyarakat.
  8. Meningkatkan kualitas aparatur kelurahan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


.


Potensi Wilayah

Potensi Wilayah Kelurahan Rawa Buaya

1. Potensi UMKM dan ekonomi masyarakat

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu potensi penting Rawa Buaya. Pada Juli 2026, sebanyak 25 pelaku UMKM dari keluarga prasejahtera mengikuti kegiatan Graduation & Market Day. Mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, pengelolaan keuangan, dan pemasaran digital. Hal ini menunjukkan adanya potensi kewirausahaan masyarakat yang dapat terus dikembangkan. 

2. Potensi perdagangan

Kegiatan perdagangan masyarakat didukung oleh keberadaan pasar dan berbagai usaha lokal. Salah satunya adalah Pasar Portal Rawa Buaya dan Pasar Bojong Indah. Keberadaan pasar dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang bagi pedagang dan UMKM lokal.

3. Potensi transportasi dan aksesibilitas

Rawa Buaya memiliki posisi yang strategis karena berada dekat dengan Stasiun Rawa Buaya dan halte TransJakarta Rawa Buaya. Wilayah Kecamatan Cengkareng juga terhubung dengan jaringan jalan utama seperti JORR dan Jalan Daan Mogot. Kondisi ini menjadi potensi bagi mobilitas penduduk, distribusi barang, serta perkembangan kegiatan ekonomi. 

4. Potensi ruang terbuka dan kegiatan masyarakat

Rawa Buaya memiliki fasilitas ruang publik seperti RPTRA Cabe Rawit, RPTRA Cempaka, RPTRA Sugriwa, RPTRA Intiland Teduh, dan RPTRA Carina Sayang, RPTRA dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, olahraga, kegiatan anak, pemberdayaan keluarga, serta aktivitas masyarakat. Pemerintah juga terus melakukan pembinaan agar fungsi RPTRA dapat lebih optimal.

5. Potensi ketahanan pangan

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan keluarga. Di sekitar RPTRA Cempaka, misalnya, terdapat gagasan pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA). 

6. Potensi pengelolaan lingkungan dan sumber daya air

Karakter Rawa Buaya yang berkaitan dengan persoalan genangan dan banjir sekaligus memberikan peluang untuk mengembangkan infrastruktur pengelolaan air. Pada September 2026, pemerintah melakukan survei lokasi di Gang Pesantren untuk rencana pembangunan embung sebagai tempat penampungan sementara air dan bagian dari upaya mitigasi banjir.

7. Potensi ruang terbuka hijau

Lahan milik pemerintah yang tidak digunakan secara optimal dapat ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas umum. Salah satu contohnya adalah rencana penataan bekas kantor Kelurahan Rawa Buaya menjadi Posko Tiga Pilar dan RTH. 

8. Potensi sosial dan partisipasi masyarakat

Masyarakat Rawa Buaya memiliki potensi besar dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan. Kegiatan warga seperti Fun Walk yang diikuti sekitar 1.100 warga RW 03 pada Agustus 2026 menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam kegiatan bersama. 




Berita Wilayah

Foto Berita

Sudis Tamhut Jakbar Tanam Tabebuya dan 3.500 Tanaman Hias di Taman Buncis

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat menanam 10 pohon tabebuya pink serta 3.5...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

200 Kader Dasawisma Rawa Buaya Dibekali Sosialisasi Pilah Sampah

Sebanyak 200 kader dasawisma dari RW 1 hingga 12 dibekali sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangg...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Gerebek PSN di Rawa Buaya Sasar 200 Rumah, ABJ Capai 98 Persen

Kader juru pemantau jentik (Jumantik) Kelurahan Rawa Buaya bersama Puskesmas Kecamatan Cengkareng me...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Pemkot Jakbar Siapkan Embung 1.500 Meter Persegi di Rawa Buaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menyiapkan pembangunan embung seluas sekitar 1.5...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Pemkot Jakbar dan Rekan Indonesia Bahas Penguatan Pelayanan Kesehatan Warga

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indon...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Perangkat Kelurahan Rawa Buaya Survei Lokasi Rencana Pembangunan Embung

Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cengkareng melakukan survei lokasi rencana pem...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Eks Kantor Lurah Rawa Buaya Ditata Jadi Posko Tiga Pilar dan RTH

Bekas kantor Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, dilakukan penataan untuk dijadikan Posko Ti...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

1.100 Warga RW 03 Rawa Buaya Ikuti Fun Walk 2026

Sekitar 1.100 warga RW 03 Kelurahan Rawa Buaya mengikuti Fun Walk dalam rangka memeriahkan HUT ke-81...

Baca Selengkapnya
Foto Berita

Blonjongan Ambruk di RW 02, Kelurahan Rawa Buaya Perbaiki

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Rawa Buaya melakukan pemasangan k...

Baca Selengkapnya

Infografis