Kelurahan Glodok merupakan salah satu kawasan paling bersejarah di DKI Jakarta dan dikenal luas sebagai pusat Pecinan (Chinatown) terbesar di Indonesia. Sejarah kawasan ini mulai terbentuk secara signifikan pasca peristiwa Geger Pacinan pada tahun 1740, di mana pemerintah kolonial Hindia Belanda menempatkan masyarakat keturunan Tionghoa di luar tembok kota Batavia (kini kawasan Kota Tua) untuk mempermudah pengawasan.
Ada beberapa versi mengenai asal-usul nama "Glodok". Versi pertama menyebutkan bahwa nama ini berasal dari suara air yang jatuh dari pancuran penampungan air (grojok), yang oleh telinga masyarakat etnis Tionghoa pada masa itu dilafalkan menjadi "Glodok". Versi lain menyebutkan bahwa nama ini berasal dari kata dalam Bahasa Sunda, yaitu Golodog, yang berarti tangga masuk rumah, mengingat dulunya banyak rumah di kawasan ini yang memiliki tangga di bagian depannya.
Seiring berjalannya waktu, Glodok berkembang pesat dari sekadar kawasan permukiman menjadi urat nadi perekonomian, pusat perdagangan, dan melting pot (tempat percampuran) budaya yang kaya di Jakarta Barat.
Gambaran Umum Kelurahan Glodok menempati posisi yang sangat strategis di kawasan pusat niaga Jakarta Barat. Secara administratif, Kelurahan Glodok merupakan wilayah berintensitas aktivitas tinggi dengan tata guna lahan yang didominasi oleh kawasan komersial, permukiman warga, serta pelestarian cagar budaya dan sejarah.
Luas dan Pembagian Wilayah Administrative Kelurahan Glodok memiliki luas wilayah keseluruhan 0,38 km² (37,60 Hektar) yang terbagi ke dalam 5 Rukun Warga (RW) dan 61 Rukun Tetangga (RT).
Berdasarkan data spasial dari portal geospasial resmi Pemprov DKI Jakarta (Jakarta Satu), rincian luas wilayah per Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:
Batas-Batas Wilayah Kelurahan Glodok berbatasan langsung dengan beberapa wilayah kelurahan tetangga di Kecamatan Taman Sari, yaitu:
Demografi & Kependudukan
Kawasan Glodok adalah wilayah yang sangat dinamis dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Masyarakat Kelurahan Glodok hidup dalam harmoni dan toleransi yang kuat, tercermin dari keberagaman fasilitas rumah ibadah yang berdampingan satu sama lain.
Data Kependudukan:
Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia:
Penduduk Usia 7 Tahun Ke Atas Berdasarkan Pendidikan:
Penduduk Berdasarkan Agama:
Penduduk Berdasarkan Status Kawin:
Penduduk 15 Tahun Ke Atas Berdasarkan Pekerjaan:
Sarana & Prasarana Peribadatan: Kekayaan spiritual dan toleransi warga Kelurahan Glodok tercermin dari fasilitas peribadatan yang tersebar di wilayah ini, meliputi dari
:
Sebagai kawasan niaga dan cagar budaya, Kelurahan Glodok memiliki potensi wilayah yang luar biasa dan menjadi salah satu destinasi unggulan di DKI Jakarta:
Perangkat Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, mel...
Baca SelengkapnyaAparatur Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat mener...
Baca SelengkapnyaPeringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-275 Vihara Toa Se Bio di Jalan...
Baca SelengkapnyaJajaran perangkat aparatur Kelurahan Jelambar melakukan peninjauan u...
Baca SelengkapnyaSebanyak 35 balita mengikuti pelayanan kesehatan yang meliputi penim...
Baca SelengkapnyaLurah Glodok, Nia Istiani, bersama jajaran lainya melakukan peninjau...
Baca SelengkapnyaKelurahan Glodok Kecamatan Taman Sari memastikan pelaksanaan kuliner...
Baca SelengkapnyaPemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat akan menggelar wisata kuliner malam hari di kawa...
Baca SelengkapnyaTiga Pilar Kecamatan Taman Sari memastikan gerakan pilah sampah dari...
Baca Selengkapnya