Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah menangani 6.858 pohon selama periode Januari hingga Oktober 2026. Penanganan tersebut meliputi pemangkasan, penebangan, serta evakuasi pohon tumbang dan dahan sempal.Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, mengatakan penanganan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi pohon tumbang maupun dahan patah yang dapat membahayakan masyarakat.
“Selama sepuluh bulan atau Januari hingga Oktober 2026, total pohon yang telah kami tangani sebanyak 6.858 pohon,” ujar Dirja saat dihubungi, Rabu (4/11).
Ia merinci, penanganan terdiri dari pemangkasan ringan sebanyak 2.803 pohon, pemangkasan sedang 2.605 pohon, pemangkasan berat 672 pohon, penebangan 627 pohon, evakuasi 94 dahan sempal, serta 57 pohon tumbang.
Adapun jumlah penanganan setiap bulan yakni Januari 589 pohon, Februari 489 pohon, Maret 420 pohon, April 699 pohon, Mei 882 pohon, Juni 636 pohon, Juli 902 pohon, Agustus 640 pohon, September 809 pohon, dan Oktober 792 pohon.
Dirja menambahkan, penanganan dilakukan oleh tim tingkat kota bersama Satgas atau Pasukan Hijau yang tersebar di delapan kecamatan di Jakarta Barat.
“Penanganan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi pohon tumbang atau dahan patah yang dapat membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan,” pungkasnya. (Aji)





