Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat menanam 11 pohon tabebuya pink dan ribuan polybag tanaman hias yang ditanam di area TPS 3R Meruya Selatan, Jumat (30/10).
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma mengatakan, pihaknya rutin melaksanakan kegiatan Jumat Menanam di area lahan aset pemerintah daerah di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat.
Menurutnya, langkah ini bertujuan, untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan serta mengurangi polusi udara.
"Kami rutin melaksanakan penanaman pohon setiap Jumat pagi dalam rangka menciptakan Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Barat, untuk memperbanyak ruang terbuka hijau, mengurangi polusi udara dan asri. Kami menanam pohon pada lahan aset pemerintah yang masih kosong," ujarnya.
Dilanjutkan Dirja, Jumat Menanam dilakukan di area lokasi percontohan pengolahan dan pemilahan sampah, TPS 3R Meruya Selatan. Pihaknya menanam sebanyak 11 pohon tabebuya pink.
"Kami tanam sebanyak 11 pohon tabebuya pink. Kami pilih menanam tabebuya karena memiliki banyak manfaat. Selain membantu penyerapan polusi, pohon dengan bunga warna pink yang cantik dapat menambah estetika keindahan," jelasnya.
Selain pohon tabebuya, lanjut Dirja, ditanami juga ribuan polybag tanaman hias yang meliputi, 500 tanaman lavenia, 400 tanaman prettypink, 500 Kembang Sepatu Variegata, 150 Sansivera Strip Kuning, 150 Sansivera Strip Hijau, dan 110 Sansivera Silver.
"Tanaman hias ditanam diantara pohon tabebuya pink yang ditanam. Sehingga, bila berbunga akan menambah estetika lingkungan," tukasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan penanaman pohon ini melibatkan aparatur Kecamatan Kembangan dan Kelurahan Meruya Selatan, ASN dan PJLP Sudis Pertamanan dan Hutan Kota.
Di tempat yang sama, Lurah Meruya Selatan, Muhammad Maizar mengapresiasi kegiatan Jumat Menanam yang diinisiasi Sudis Tamhut Jakbar dengan memanfaatkan area kosong lahan milik Pemprov DKI Jakarta di lokasi TPS 3R.
"Kita ketahui, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan. Selain meningkatkan kualias udara dan mengurangi polusi udara, menanam pohon juga akan menambah estetika lingkungan di sekitar TPS 3R," tuturnya.
Ia menambahkan, TPS 3R Meruya Selatan merupakan tempat pengolahan dan pemilahan sampah terpadu. Terhitung 1 Oktober 2026, TPS 3R tidak menerima sampah yang masih tercampur atau tidak dipilah. (why)





