Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meninjau kegiatan pengurasan sedimen lumpur di saluran penghubung (PHB) Perumnas Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (30/9).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari monitoring rutin program mitigasi banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat. Sebelumnya, Iin meninjau kondisi Kali Angke sebelum melanjutkan pemantauan pengerukan sedimen di PHB Perumnas Cengkareng.
"Hari ini, memang rutin saya lakukan untuk meninjau program mitigasi banjir dan genangan. Tadi pagi saya berada di Kali Angke, dan sekarang saya berada di Kali PHB Perumnas di area Cengkareng, di mana sedang dilakukan pengerukan sedimen," ujar Iin didampingi Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Mustajab.
Iin mengatakan, pengerukan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengangkat sedimen lumpur yang mengendap di saluran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran dan mengurangi potensi genangan.
"Hasil pengurasan lumpur saluran dibawa ke TPU Tegal Alur, di Walungan, Kalideres, agar bisa mengurangi titik banjir dan genangan secara signifikan pada tahun 2027," katanya.
Menurut Iin, pengerukan sedimen di sejumlah saluran akan terus dilakukan hingga Desember 2026. Ia berharap seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
"Mudah-mudahan ini semua bisa selesai dengan baik," ujarnya.
Di tempat yang sama, Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, mengatakan pengerukan sedimen di PHB Perumnas Cengkareng telah dimulai sejak pekan kedua September 2026.
"Pengerukan lumpur awalnya dari SMK Cinta Kasih Tzu Chi dan di hilir terdapat pompa pengendali banjir dengan kapasitas enam meter kubik per detik," jelasnya.
Diketahui, pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 2,2 kilometer dengan lebar saluran sekitar delapan meter dan kedalaman pengerukan mencapai 1,5 meter. Jika seluruh bagian saluran dikeruk, volume sedimen yang dapat diangkat diperkirakan mencapai 245.000 meter kubik dan ditampung di long storage yang berada di sekitar lokasi.
Mustajab menjelaskan, cakupan PHB tersebut meliputi kawasan Perumnas, area Yayasan Buddha Tzu Chi, hingga kawasan di sisi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Seluruh area tangkapan air (catchment area) tersebut mengarah ke pompa Perumnas.
Ia menambahkan, Sudis SDA Jakarta Barat saat ini melakukan pengerukan sedimen di 13 titik saluran air. Sejumlah titik baru juga ditambahkan, antara lain Kali Grogol di Jalan Latumeten dan Kali Grogol di Kemanggisan.
"Pengerjaan sudah dimulai sejak awal tahun dan sistemnya kita berpindah-pindah lokasi pengerukan," pungkas Mustajab. (Why)





