Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengajak warga RT 8 RW 12 Kelurahan Kapuk yang akan direlokasi ke Rumah Susun Cinta Kasih Tzu Chi RW 17 Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Rabu (30/9). Mereka diajak untuk melihat langsung show unit rumah susun yang nanti akan ditinggalinya.
"Ya, jadi hari ini kami secara terpadu bersama-sama dari Dinas SDA (Sumber Daya Air), kemudian dari Sudin SDA, dari PT Jakon, bersama unsur pemerintahan kecamatan, dan kelurahan hadir untuk melihat langsung tempat yang nantinya akan mereka tinggali," ujar Iin yang didampingi Camat Cengkareng, Suhardin.
Menurutnya, sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) yang akan direlokasi ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi merupakan warga yang terdampak rencana proyek pembangunan rumah pompa Kali Apuran.
"Jadi tadi warga kami jemput dengan bus sekolah. Dari total warga yang terdampak ada 31 KK, hari ini sebanyak 25 KK diantaranya ikut melihat langsung tempat yang akan nanti mereka tinggali," ujarnya.
Dijelaskan Iin, awalnya warga RT 08 RW 12 Kelurahan Kapuk keberatan pindah lantaran direlokasi ke rumah susun di wilayah Jakarta Timur. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak hingga mendapatkan tempat untuk relokasi di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.
"Ketika menolak, kami mencoba mencari solusi dengan berkoordinasi bersama pengelola Rusun Buddha Tzu Chi ini. Alhamdulillah, di sini masih ada unit yang tersedia sebanyak 35 unit kosong, sehingga kebutuhan 31 KK kami pastikan bisa terpenuhi," tukasnya.
Iin melanjutkan, rumah susun yang dikelola Yayasan Cinta Kasih Tzu Chi, termasuk hunian yang bersih, nyaman dengan kelengkapan fasilitas seperti taman, kesehatan, olahraga dan pendidikan.
Unit rusun yang disewakan hanya sebesar Rp 350 ribu. Harga sewa ini dinilai cukup terjangkau dan sepadan dengan pengelolaan serta manajerial kawasan yang terpadu.
"Pihaknya juga telah menyiapkan program pendukung bagi warga yang direlokasi, diantaranya program gratis sewa unit rusun selama 6 bulan, bantuan pindah, kemudahan pemindahan sekolah anak serta bantuan paket sembako," jelas Iin.
Ia berharap, setelah kunjungan, warga diberikan kesempatan untuk bersiap-siap pindah. Pihak pengelola rumah susun juga telah memastikan sebanyak 35 unit hunian siap untuk ditempati.
"Mereka punya waktu untuk membongkar sendiri, kemudian menyiap-nyiapkan, dan kami akan bantu selama proses itu. Waktunya sekitar 2 minggu kurang lebih," tegasnya.
Di tempat yang sama, pengelola Rusun Cinta Kasih Tzu Chi, Hartono menambahkan, harga sewa sebesar Rp 350 ribu sudah termasuk uang keamanan, parkir, kebersihan dan maintenance. Warga hanya membayar listrik dan gas sesuai pemakaian.
"Kalau untuk warga tidak mampu, Kami ada program dengan melampirkan keterangan dari RT/RW sehingga mendapat keringanan," tandasnya. (why)





