Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meninjau dua titik saluran air yang kerap memicu genangan di RW 06, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Rabu (30/9).
Peninjauan dilakukan bersama Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Depika Romadi, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Mustajab, serta pihak PT Jasa Marga.
Dua titik yang ditinjau berada di saluran Jalan Sawah Mede RW 06 dan saluran penghubung di perbatasan Jakarta Barat-Jakarta Utara. Dari hasil pengecekan, ditemukan persoalan yang menghambat aliran air di kedua lokasi tersebut.
Menurutnya, pada crossing saluran di Jalan Sawah Mede ditemukan tumpukan material kayu sisa pembangunan konstruksi yang menyumbat aliran. Kondisi itu menyebabkan air melimpah ke jalan warga, sementara posisi jalan tol di sekitar lokasi lebih tinggi dibandingkan permukiman.
"Pertama, di crossing saluran Jalan Sawah Mede RW 06 ini tertutup oleh sampah-sampah kayu sisa pembangunan konstruksi yang tidak diselesaikan dengan baik. Hal ini menutup saluran sehingga saat air masuk, air melimpah ke jalan. Kami juga melihat posisi jalan tol memang lebih tinggi dari jalan warga," ujar Iin.
Persoalan kedua ditemukan pada saluran penghubung di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Pada titik pertemuan tersebut, ukuran saluran menyempit sehingga berpotensi menghambat debit air.
Untuk penanganannya, Pemkot Jakarta Barat berkoordinasi dengan Sudin SDA Jakarta Utara untuk melakukan normalisasi pada saluran yang menyempit. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Suku Badan Pengelolaan Aset terkait bagian saluran yang terindikasi dimanfaatkan pihak lain.
Selain itu, koordinasi dengan PT Jasa Marga akan dilakukan untuk menangani pendangkalan saluran di sekitar area tol melalui pengerukan.
"Nanti follow-up-nya Sudis SDA Jakarta Utara akan melakukan normalisasi di saluran yang mengecil. Mereka juga akan mengomunikasikan dengan Suban Aset Jakarta Barat terkait bagian saluran yang terindikasi digunakan pihak lain. Dari pihak Jasa Marga, kami juga melihat perlu ada komunikasi lanjutan untuk pengerukan saluran yang mengalami pendangkalan," kata Iin.
Sebagai langkah awal, Pemkot Jakarta Barat memprioritaskan pembersihan material kayu yang menyumbat crossing saluran di Jalan Sawah Mede.
"Kita menunggu secepatnya koordinasi dari Jasa Marga dan Sudin SDA Jakarta Utara. Namun untuk langkah paling cepat, kita akan lakukan pembersihan terlebih dahulu," pungkasnya. (Teg)





