Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menyulap ribuan botol plastik bekas menjadi perahu hias berbentuk kereta unta untuk mengikuti Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026.
Perahu hias tersebut dipersiapkan untuk tampil di Waduk Sunter, Jakarta Utara, Minggu (18/10). Hingga Kamis (1/10), proses pengerjaannya telah mencapai sekitar 95 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Cengkareng, Donal Aldiansyah, mengatakan konsep kereta unta dipilih melalui musyawarah bersama tim. Unta dinilai memiliki filosofi yang menggambarkan ketangguhan dan kesabaran petugas dalam menjaga kebersihan aliran air.
“Kita musyawarah dengan tim, kenapa harus kereta unta? Karena salah satu simbol perjalanan panjang kehidupan yang menginspirasi kita semua. Unta itu binatang yang kuat, kokoh, sabar, dan istiqamah,” ujar Donal saat ditemui di atas Kali Cengkareng Drain, Kamis (1/10).
Menurut Donal, nilai tersebut menjadi gambaran perjuangan petugas UPS Badan Air yang setiap hari menangani sampah di sungai, saluran penghubung, hingga waduk.
Dari sisi tampilan, perahu didominasi warna emas dengan sentuhan hijau. Dekorasinya dibuat menyerupai suasana padang pasir, lengkap dengan pohon kurma buatan.
Perahu tersebut menggunakan sedikitnya 3.380 botol plastik bekas berukuran 1,5 liter dan 450 galon air mineral. Selain mengutamakan tampilan, konstruksinya dibuat cukup kokoh untuk menampung sekitar 20 penumpang dan akan dilengkapi mesin pendorong agar dapat berkeliling di area waduk saat festival.
“Material itu sebagian besar dikumpulkan melalui kegiatan penyisiran sampah di 83 titik penanganan air di wilayah Kecamatan Cengkareng, mulai dari kali besar, saluran penghubung, hingga waduk,” katanya.
Donal mengakui pengumpulan bahan baku menjadi salah satu tantangan karena kondisi kemarau membuat proses pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya lebih sulit. Untuk memenuhi kebutuhan material, petugas juga berkolaborasi dengan warga sekitar dalam mengumpulkan botol plastik bekas.
Pada Festival Cilung 2025, tim Cengkareng berhasil meraih gelar juara favorit. Namun, Donal menegaskan, keikutsertaan tahun ini tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga membawa pesan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumber.
“Insya Allah target dari Cengkareng berusaha semaksimal mungkin. Tapi kita mengingat pesan Pak Kasatpel untuk jangan besar hati dulu. Kita harus cari yang terbaik untuk terus melakukan edukasi sampah pilah kepada masyarakat,” pungkasnya. (Aji)





