Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengapresiasi inovasi warga RW 01 Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, dalam mengelola sampah secara mandiri dari hulu ke hilir (end-to-end).
Demikian apresiasi tersebut disampaikannya saat mengunjungi Lapangan Tanah Kodam RW 01 Slipi, Senin (19/10). Kawasan ini dimanfaatkan sebagai pusat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos, eco-enzyme, hingga pakan untuk budidaya ikan dan ayam petelur.
Menurutnya, inisiatif warga tersebut tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pengurus RW 01 Kelurahan Slipi, Pak Dokter Chandra dan Dokter Hendra, bersama warga setempat yang didukung penuh oleh pihak kelurahan, kecamatan, dan Satpel LH. Di sini sudah terlihat pengelolaan sampah secara end-to-end, dari sampah organik menjadi pupuk hingga pakan ternak,” ujar Iin.
Ia berharap Lapangan Tanah Kodam dapat dikembangkan sebagai pusat kolaborasi, edukasi lingkungan, dan kegiatan sosial masyarakat di tingkat kecamatan maupun kota.
Lurah Slipi, Suharti, mengatakan keberadaan Lapangan Tanah Kodam sangat penting bagi wilayahnya yang minim lahan terbuka. Pihak kelurahan terus mendukung program tersebut melalui edukasi pemilahan sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
Menurut Suharti, kawasan itu juga menjadi tempat belajar bagi sekolah dan kelompok masyarakat mengenai pemilahan sampah, pembuatan kompos, eco-enzyme, hingga eco-lindi, berkat kolaborasi dengan TNI, khususnya Kodam Jaya, dan pengurus RW 01.
"Kami sangat bersyukur atas kolaborasi dan dukungan pemanfaatan lahan dari TNI (Kodam Jaya) serta inisiatif pengurus RW 01. Kelurahan hadir memperkuat edukasi, sehingga sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat yang ingin belajar pemilahan sampah, pembuatan komposter, eco-enzyme, hingga eco-lindi bisa belajar langsung di Lapangan Tanah Kodam ini," tutur
Sementara itu, Penasihat RW 01 Slipi, dr. Hendra (70), menjelaskan bahwa pemanfaatan kawasan tersebut berawal dari inisiatif warga pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, ia mulai membersihkan lapangan yang dipercayakan kepadanya untuk dijaga, kemudian mengajak pihak kelurahan dan kecamatan menanam tanaman serta mengolah sampah daun menggunakan mesin komposter.
“Sekarang tempat ini berkembang pesat hingga bisa melayani edukasi pemilahan sampah bagi warga dan anak-anak sekolah,” ungkap Hendra.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain di Jakarta Barat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan fasilitas sosial maupun fasilitas umum dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Yan)




