Majelis Ta'lim (MT) Ittihadul Mu'minat Masjid Jami As-Shiroth RT 07 RW 01 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk mewakili Kota Administrasi Jakarta Barat pada Lomba Majelis Ta'lim Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2026.
Dihadiri Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Adkesra Depika Romad, Plt Camat Kebon Jeruk Pangestu Aji serta jajaran, perangkat wilayah, pengurus MT Ittihadul Mu'minat, DKM setempat dan unsur lainnya, Dewan Juri Lomba MT tingkat DKI yang terdiri atas tujuh orang melakukan kunjungan untuk penilaian ke masjid tersebut, Senin (19/10).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan pihaknya selalu mendukung penuh setiap kegiatan positif di masyarakat terutama terkait pemberdayaan warga dan pembinaan umat. Ia pun menyampaikan kepada seluruh jajarannya, khususnya camat dan lurah untuk menghadiri undangan-undangan dari majelis ta’lim, pengajian-pengajian dan kegiatan hari-hari besar keagamaan.“Hubungan umaro dan ulama mesti terus dibangun dan dijaga untuk sama-sama memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Iin.
Ia berharap MT Ittihadul Mu'minat terus berprestasi dan berperan dalam membina generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Semoga Majelis Ta'lim Ittihadul Mu'minat terus menjadi yang terbaik dari yang paling baik. Mari kita kita jadikn ini sebagai semangat untuk terus berperan dalam membina generasi muda yang berakhlakul karimah. Untuk itu, saya berharap pertemuan hari ini menjadi pertemuan yang penuh kebaikan dan keberkahan,” pungkas Iin.
Sementara itu, anggota dewan juri, KH Nur Alam Bakhtir, menjelaskan bahwa penilaian lomba mencakup tiga aspek, yakni administrasi, kegiatan kemasyarakatan, dan infrastruktur.
“Kalau secara bahasa indonesianya, yang pertama administrasi, yang kedua berkaitan dengan kegiatan masyarakat, dan yang ketiga berkaitan dengan infrastruktur,” ujarnya.
Menurutnya, lomba ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan majelis ta'lim, mulai dari kelengkapan administrasi, program dan jadwal kegiatan, dokumentasi, pengelolaan keuangan, hingga ketersediaan fasilitas pendukung.“Supaya ada kompetisi, memperbaiki sistem. Makanya kelengkapannya, administrasi, apakah majelis ta’lim ini dikelola secara professional nggak, ada anggotanya nggak, ada kurikulumnya nggak, kegiatannya, jadwalnya ada? apakah ada surat-surat keluar masuk itu didokumentasikan nggak,” katanya.
Selain itu, sambungnya, diharapkan majelis ta'lim semakin profesional dan mampu meningkatkan perannya, yaitu semua kegiatan itu ada dokumennya, termasuk soal keuangan.
“Apakah mempunyai nomor rekening sendiri? Nah demikian pula ada kantornya atau nggak? kan banyak majelis ta’lim yang nggak punya kantor. Jadi tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas majelis ta’lim, baik secara kuantitatif ataupun secara kualitatif,” pungkasnya. (Aji)





