Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau langsung lokasi pekerjaan saluran penghubung (PHB) dan sodetan di Jalan Outer Ring Road wilayah Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Rabu (30/9).
Pembangunan PHB dan sodetan sebagai upaya mengatasi genangan yang kerap terjadi di sekitar kolong tol Traffic Light (TL) Puri Kembangan. Peninjauan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan termasuk progresnya.
“Hari ini kami sama-sama meninjau titik lokasi sodetan menuju Kali Angke yang akan segera kita selesaikan dalam waktu dekat ini,” jelas Iin.
Ia menyebut, ada beberapa hal yang masih perlu dikoordinasikan.
“Kami juga melaporkan ini kepada Pemerintah Provinsi untuk melaksanakan pelaksanaan pekerjaan ini sehingga sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Lebih lanjut Iin menyebut, total panjang pekerjaan saluran PHB dan sodetan dari TL Puri Kembangan hingga Kali Angke sekitar 1.050 meter.
Pembangunan sodetan terbagi dalam empat area/segmen. Sudis Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat telah menyelesaikan pekerjaan sepanjang 350 meter.
“Kemudian tiga segmen lainnya dikerjakan melalui kolaborasi dengan tiga pengembang. PT Pilar sepanjang 207,5 meter, PT Citra Abadi Makmur atau CAM sepanjang 211 meter, dan PT Pulau Intan sepanjang 275 meter,” sebut Iin.
Iin menambahkan, seluruh pekerjaan diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini.
“Harapannya kita target selesai sebelum akhir Desember 2026. Berharap ini menjadi salah satu solusi untuk mencegah dari mitigasi banjir dan genangan pada tahun 2026 ini yang cukup menyita perhatian kita, karena memang luapan Kali Angke ini belum ada saluran atau sodetan yang menuju ke Kali Angke,” jelas Iin.
Di lokasi sama, Kasudis SDA Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan proyek yang memiliki total panjang sekitar 1.050 meter itu, pekerjaannya dibagi antara pemerintah dan tiga pengembang.
Mustajab menyebut, pihaknya mengerjakan di segmen awal atau profil 0 hingga 9, sedang segmen profil 9 hingga 24 dikerjakan oleh tiga pengembang.
“Pada bagian yang dikerjakan Sudin SDA, saluran menggunakan konstruksi box berukuran sekitar 2 x 2 meter dengan kedalaman mencapai 5 hingga 6 meter,” sebutnya.
Menurut Mustajab, di bagian paling hilir dengan elevasi yang cukup dalam, aliran air pada titik tersebut tidak seluruhnya dapat mengandalkan gravitasi. Air, kata dia, nantinya akan diarahkan ke kolam olakan dan dipompa ketika volume air meningkat.
“Sementara itu, segmen yang dikerjakan oleh tiga pengembang menggunakan konstruksi box dengan ukuran sekitar 1,6 meter. Seluruh pekerjaan dari awal sudah tiga bulan, progres terakhir itu 86 persen,” pungkasnya. (Aji)





