Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murthadho, bersama Ketua PMI Jakarta Barat, Amien Haji, melepas tiga anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang akan mengikuti program pertukaran ke Jepang pada 5–11 November 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (29/10).
Ketiga peserta tersebut yakni Annisa Dhesvania Azzahra dari SMP Negeri 132 Jakarta, Rasky Muhammad dari SMK Negeri 17 Jakarta, dan Detita Lovely Tania Azalea dari SMA Negeri 2 Jakarta.
Menurut Ali, pihaknya mengapresiasi para peserta yang terpilih dan menilai kegiatan PMR berperan penting dalam membentuk karakter, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan.
“PMR itu membentuk karakter buat saya. Gara-gara PMR, saya melihat orang susah, melihat orang sedih, itu gampang terbawa,” ujar Ali.
Ia berpesan agar para peserta menjaga nama baik Jakarta Barat dan Indonesia, menghormati budaya setempat, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu dan pengalaman.
“Jaga adat, jaga budaya, jaga etika. Yang kedua, jaga kesehatan,” pesan Ali.
Sementara itu, Amien Haji mengatakan keberangkatan para peserta merupakan hasil seleksi ketat. Ia berharap mereka dapat mempelajari berbagai pengalaman dari Palang Merah Jepang, terutama terkait kebencanaan dan kepemudaan.
"Ingat, kalian berangkat bukan sebagai siswa, tapi sebagai Relawan Muda Palang Merah,” ujarnya.
Amien juga mengingatkan peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar Palang Merah, menjaga kekompakan, serta membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.
“Di mana pun kalian berada, tolonglah siapa saja tanpa membedakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, para peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar dari Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society), khususnya mengenai pengetahuan kebencanaan dan kepemudaan. Ia meminta mereka aktif bertanya, mencatat, dan mendokumentasikan pengetahuan yang diperoleh selama program berlangsung.
“Japanese Red Cross Society sangat maju. Tanyakan, catat, dan foto semua ilmu kebencanaan dan kepemudaan mereka,” tandasnya. (Lam)





