Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudis SDA) Jakarta Barat menggencarkan pengerukan sedimen lumpur di enam kali sebagai upaya mitigasi banjir dan genangan menjelang musim hujan.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudis SDA Jakarta Barat, Yopi Maidiza Siregar, mengatakan pengerukan saat ini berlangsung di enam lokasi, yakni Cengkareng Drain Kapuk, Kali Mookervart di kawasan Pasar Hipli, Kali Grogol, Kali Semongol di kawasan Jalan 1 Maret, Kali Pesanggrahan, dan Kali TB Angke.
"Pengerukan dilakukan untuk mengurangi penumpukan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).
Dikatakan Yopi, dalam pelaksanaannya, Sudis SDA Jakarta Barat mengerahkan sejumlah alat berat yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing lokasi.
"Untuk alat berat meliputi ekskavator amfibi berukuran besar dan kecil, ekskavator long arm, serta ekskavator standar," jelasnya.
Selain alat berat, lanjut Yopi, pihaknya juga mengerahkan truk juga digunakan untuk mengangkut material lumpur hasil pengerukan agar tidak menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan.
Yopi menambahkan, pengerukan sedimen merupakan bagian dari upaya pemeliharaan sungai dan saluran air untuk menjaga kapasitas aliran serta mengurangi risiko banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat.
"Kami berharap fungsi kali tetap terjaga sehingga dapat menampung dan mengalirkan air dengan lebih optimal saat musim hujan," tandasnya. (izu)





