Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meninjau pengerukan sedimentasi di Kali Angke, sisi Jalan Ring Road Kembangan-Cengkareng. Lokasi peninjauan berada di Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, dan Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Selasa (13/10).
Peninjauan tersebut didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perangkat wilayah, PLN, Palyja, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana pembangunan sodetan dari kawasan perempatan Kembangan menuju Kali Angke untuk mengurangi potensi banjir dan genangan.
“Semua ini segmen area Kali Angke yang memang kita dari awal sudah melihat bahwa beberapa opsi atau beberapa solusi yang kita akan melakukan sebagai rencana aksi dari mulai titik di pulau Intan, Ring Road, itu menjadi sebuah concern untuk membuat sodetan sampai menuju Kali Angke. Dalam proses itu, sedang kami berkoordinasi secara administrasi,” jelas Iin.
Iin mengatakan, pembangunan sodetan menjadi salah satu solusi yang tengah dikoordinasikan secara administratif. Sebagian pekerjaan telah dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat.
“Ini sudah dilakukan sebagian oleh Sudin SDA dan kita menuju ke Kali Angke. Di mana Kali Angke kita melihat ada sedimen yang tebal, kemudian ketinggiannya juga cukup memengaruhi dari debit volume air ketika musim hujan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sudin SDA Jakarta Barat menargetkan pengerukan sedimentasi di lokasi tersebut berlangsung sekitar dua minggu.
“Untuk itu kami melihat bahwa ini sebagai solusi kedua untuk kita nanti grup teman-teman dari Sudis SDA, Pak Kasudin dan jajaran sudah melakukan pengurukan nanti kurang lebih sekitar dua minggu,” imbuh Iin.
Dalam pelaksanaannya, ditemukan kabel saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) bertegangan 150 kilovolt (kV). Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan PLN dan Sudis Bina Marga Jakarta Barat untuk memastikan pengamanan teknis serta penyesuaian pekerjaan di lapangan.
Setelah pengerjaan di lokasi tersebut, penanganan akan dilanjutkan ke arah hulu di wilayah Kembangan. Pihaknya juga akan mengevaluasi kondisi sedimentasi, jalan, dan bangunan yang berada di ruang milik jalan (rumija) untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Sebelumnya, dua bangunan semipermanen di RT 05/RW 02, Kelurahan Duri Kosambi, telah ditertibkan.
Iin berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam penanganan banjir dan genangan di Jakarta Barat, mengingat persoalan tersebut membutuhkan koordinasi serta kesadaran bersama.
“Harapannya ini menjadi sebuah kesadaran semua pihak bahwa tentunya kalau nggak dilakukan secara sinergi, kesadaran bersama, kita nggak akan bisa bereskan mitigasi banjir dan genangan di Jakarta Barat yang cukup kompleks,” pungkas Iin. (Aji)





