Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat melakukan pengerukan saluran penghubung (PHB) Perumnas Cengkareng untuk mengatasi genangan di kawasan Jalan Lingkar Luar Barat atau Ring Road, Kelurahan Cengkareng Timur dan Cengkareng Barat.
Kepala Sudis SDA Jakarta Barat, Mustajab, mengatakan pengerukan dilakukan sebagai bagian dari penanganan genangan yang bersumber dari saluran Rawa Bengkel menuju kawasan Metro.
“Di Metro, kita sedang melakukan pengerukan di PHB Perumnas Cengkareng,” ujar Mustajab saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).
Menurutnya, untuk penanganan juga berpotensi dilakukan melalui sodetan dari PHB Rawa Bengkel ke PHB Cengkareng.
“Nah ini keinginan kita, karena aset itu masih banyak yang belum diserahkan, sebenarnya untuk menanggulangin PHB Rawa Bengkel yang hulunya atau hilirnya itu di Metro, itu bisa dilakukan sokat atau sodetan ke arah PHB Cengkareng atau di depan SMA Cinta Kasih,” katanya.
Selain itu, pihaknya berencana memanfaatkan area kolong jalan tol sebagai tempat penampungan air sementara atau reservoir, seperti rencana penanganan genangan di kawasan Kembangan.
“Untuk di pintu air, dekat pintu air itu sebenarnya seperti yang akan kita lakukan di tol Kembangan, kolong itu kita manfaatkan untuk reservoir atau tampungan air di bawah kolong,” jelasnya.
Mustajab menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengurus perizinan pemanfaatan saluran sebagai tampungan air.
“Sampai saat ini kita sedang melakukan koordinasi permohonan izin. Karena PHB-nya dia sudah seperti long storage, itu juga cukup dalam juga, itu bisa kita tampung di situ. Nantinya tinggal kita manage untuk diturunkan 1 meter saja. Insya Allah kanan-kiri arteri, yang terutama depan pom bensin yang dekat pintu air itu, bisa ditanggulangi,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah unggahan menyoroti kondisi saluran air di Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng Timur, yang dilaporkan teruruk tanah dan tersumbat tumpukan sampah. Warga menilai kondisi tersebut berpotensi memperparah banjir, mengingat lokasi tersebut kerap mengalami banjir saat musim hujan.
Unggahan juga mengkritik penanganan saluran air yang dinilai belum optimal serta mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara Pasukan Biru Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menangani sedimentasi dan kerusakan struktural, serta Pasukan Oranye (PPSU) untuk membersihkan sampah dan sumbatan ringan. (Aji)






