Sebanyak 31 bangunan warga di Gang Surya, RT 08/RW 12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dibongkar setelah penghuninya direlokasi ke Rusun Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Selasa (27/10).
Pembongkaran dilakukan untuk mendukung pembangunan rumah pompa Kali Apuran sebagai upaya pengendalian banjir, yang melibatkan 200 personel gabungan Pemerintah Kota Jakarta Barat dan unsur terkait.
Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dipimpin Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, serta dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho, sejumlah pejabat terkait, dan Camat Cengkareng, Suhardin.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembongkaran tersebut merupakan bagian dari upaya pengembalian aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
“Karena itu, kami dari jajaran tingkat kota berupaya melakukan intervensi. Secara bertahap, kami melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendekatan yang kondusif kepada masyarakat agar bersedia direlokasi,” ujarnya.
Menurut Iin, sebanyak 31 bangunan terdampak proyek pembangunan rumah pompa tersebut. Warga yang direlokasi menempati Rusun Cinta Kasih Budha Tzu Chi di RW 17, Kelurahan Cengkareng Timur.
Setelah proses relokasi selesai, pembongkaran bangunan dilakukan menggunakan dua alat berat jenis ekskavator. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan rumah pompa oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Iin menjelaskan, rumah pompa Kali Apuran diharapkan dapat membantu mengatasi genangan saat musim hujan di empat wilayah kelurahan, yakni Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kedaung Kaliangke, dan Kapuk.
“Pembangunan rumah pompa akan segera dilaksanakan. Dinas SDA menargetkan pekerjaan ini rampung pada akhir Desember 2027,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Heri Purnama, mengatakan pembongkaran melibatkan 200 personel gabungan dari Suku Dinas SDA, Bina Marga, Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), PPSU, Satpol PP, TNI-Polri, LMK, FKDM, serta pengurus RT dan RW setempat.
Ia menambahkan, sebelum pembongkaran dilakukan, petugas turut membantu proses pemindahan warga ke rumah susun. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), juga telah memberikan layanan kepada warga terdampak relokasi.
“Pembongkaran ini merupakan bagian dari rangkaian proses relokasi yang telah dilaksanakan sejak tiga pekan lalu, setelah dilakukan sosialisasi oleh Ibu Wali Kota,” tandasnya. (Why)





