Suku Dinas Perhubungan (Sudishub) Jakarta Barat akan melakukan verifikasi dan koordinasi lapangan terkait kebutuhan marka penyeberangan atau zebra cross di sejumlah lokasi.
Kepala Seksi Operasi Sudishub Jakarta Barat, Agus Prasetiyo, mengatakan masukan mengenai kebutuhan zebra cross akan ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan. Kebutuhan fasilitas penyeberangan juga akan diprioritaskan dalam perencanaan anggaran 2027.“Saran dan masukan akan kami tindak lanjuti melalui verifikasi dan koordinasi lapangan, serta memprioritaskan kebutuhan marka atau fasilitas penyeberangan zebra cross dalam perencanaan anggaran tahun 2027, mengingat keterbatasan anggaran tahun 2026,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).
Menurut Agus, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Sudin Perhubungan Jakarta Pusat terkait lokasi yang membutuhkan fasilitas penyeberangan.
“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Sudin Perhubungan Jakarta Pusat terkait lokasi yang dimaksud,” sambung Agus.
Sebelumnya diberitakan, “Minimnya Marka Zebra Cross di Sejumlah Titik Penyeberangan Jakarta Barat”. Sebuah unggahan menyoroti tiga titik penyeberangan di kawasan perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang disebut tidak memiliki marka zebra cross.
Video juga memperlihatkan kondisi jalan di salah satu titik yang mulai rusak. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pejalan kaki saat menyeberang, sementara pengendara disebut perlu memperhatikan kondisi penyeberangan di lokasi.
Warganet menyoroti kondisi penyeberangan yang dinilai menyulitkan, termasuk adanya kendaraan yang melawan arah dan melakukan manuver dari sisi kanan ke kiri. Perbincangan turut menyinggung belum adanya marka zebra cross setelah pengaspalan jalan. (Aji)





