Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat mencatat sebanyak 9.597 kasus tuberkulosis (TBC) telah ditemukan dan mendapatkan pengobatan selama periode Januari hingga Oktober 2026.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui pelayanan pemeriksaan terhadap 69.512 pasien terduga TBC.
"Pada periode 1 Januari sampai dengan Oktober, cakupan penemuan dan pengobatan kasus tuberkulosis mencapai 9.597 pasien," ujar Sahruna saat dihubungi, Jumat (6/11).
Ia mengungkapkan, temuan dan pengobatan itu dilakukan melalui pelayanan terhadap 69.512 pasien terduga pengidap TBC. Menurutnya, ​realisasi ini menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi TBC sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun ini.
"Temuan kasus diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan upaya deteksi dini di lapangan," ujar Sahruna.
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030.
​"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," ujarnya.
​Sahruna menyebut pihaknya menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif.
"Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan. Lalu secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," sebutnya.
Untuk memastikan hasil, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis. (Aji)





