Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat berkolaborasi dengan Koalisi Rakyat Sipil Jakarta dan DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Barat menggelar kegiatan bertajuk Pemuda Gemilang Jakarta 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan potensi, serta berkontribusi dalam pembangunan Jakarta. Dengan tema 'Satu Suara, Satu Langkah untuk Jakarta Maju dan Mendunia', berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (6/11).
Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Barat, Holi Susanto, mengapresiasi penyelenggaraan Pemuda Gemilang Jakarta 2026. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda diperlukan untuk mendukung pembangunan Jakarta menuju kota global.
"Pemkot Jakarta Barat tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global membutuhkan kolaborasi aktif dari kalangan pemuda. Kegiatan ini positif karena mengarahkan energi generasi muda ke hal produktif sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan dan mengapresiasi bakat mereka," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi program sosial "Pemuda Mengajar" yang menyasar anak jalanan dan anak putus sekolah. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan pemuda.
"Pemkot Jakarta Barat selalu terbuka untuk mendukung sinergi berkelanjutan demi pemerataan pendidikan dan pemberdayaan pemuda," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jakarta Barat sekaligus Koordinator Koalisi Rakyat Sipil Jakarta, Ahmad Mixel Meyna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemuda dengan pemerintah dalam menyambut satu abad Sumpah Pemuda sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
"Ibu Wali Kota merespons dengan sangat baik program yang kami tawarkan. Kami ingin ada kolaborasi nyata antara pemuda Jakarta Barat dengan pemerintah kota. Sebab, dalam bonus demografi mendatang, pemudalah yang nantinya akan mengisi posisi-posisi penting dan melanjutkan pembangunan," ujar Mixel.
Mixel menjelaskan, lomba pidato dan e-sport diikuti sekitar 30 peserta dan tim dari kalangan pelajar hingga anggota Karang Taruna. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengarahkan minat dan aktivitas generasi muda ke kegiatan yang lebih produktif.
"Mayoritas peserta adalah pelajar. Kami ingin mengubah stigma negatif mengenai anak muda yang gemar bermain gim atau nongkrong agar diarahkan menjadi kegiatan positif, bahkan berpeluang menjadi pemain profesional. Ini juga langkah preventif agar remaja tidak terjerumus pada tindakan yang mengganggu ketertiban umum seperti tawuran," jelasnya.
Diketahui, Pemuda Gemilang Jakarta 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan lomba pidato dan babak final kompetisi gim elektronik (e-sport) Mobile Legends. Sebelumnya, babak kualifikasi e-sport telah dilaksanakan secara daring.
Pada Sabtu (7/11), kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial bertajuk "Pemuda-Pemudi Mengajar". Program ini menyasar anak-anak kurang mampu, anak jalanan, serta anak putus sekolah di wilayah Jakarta Barat untuk membantu memperluas akses pendidikan.
Dan puncak kegiatan pada Minggu (8/11) akan diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dan talkshow interaktif. Sejumlah narasumber dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemkot Jakarta Barat, DPRD DKI Jakarta, serta kalangan akademisi dijadwalkan hadir. (Yan)





