Pengurus RT RW di wilayah Kelurahan Taman Sari diminta menggunakan anggaran operasional untuk menunjang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Permintaan itu disampaikan Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun, saat memimpin rapat koordinasi wilayah sekaligus sosialisasi SE Sekda Provinsi DKI Jakarta No.29/SE/2026 di kantornya, Selasa (8/9). Rapat dihadiri jajaran ASN kelurahan, dan para pengurus RT RW di wilayah Kelurahan Taman Sari.
Menurut Abdil Malik, anggaran operasional RT dan RW, misalnya, bisa dibelikan untuk sarana dan prasarana pemilahan sampah, seperti tong atau membeli lubang Teba untuk komposting/biopori.
"Tadi dalam arahan saya, salah satunya juga terkait dengan SE Sekda, itu saya menyampaikan satu RW mulai buat gerakan biopori. Satu ketua RW dua lubang biopori atau lima ketua RT gabung untuk bikin satu lubang Teba untuk biopori. Nanti kami akan kerahkan petugas PPSU untuk mengerjakan lubang biopori," jelasnya.
Selain itu, lanjut Abdul Malik, rapat koordinasi juga membahas progres pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya di wilayah.
"Kepala seksi ekbang, menyampaikan tentang progres gerakan pilah sampah pada level RW. Jadi, RW mana saja yang progresnya naik dan mana yang masih kurang, mohon ditindaklanjuti," jelasnya.
Abdul Malik menambahkan, pihaknya juga mengajak pengurus RT dan RW untuk menggenjot terget pengumpulan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) dan alokasi yang selama ini digunakan ZIS.
"Misalnya, kita sudah meresmikan satu bedah rumah dan sementara berjalan program-program yang lain, termasuk juga dengan tadi mulai sosialisasi pengumpulan untuk Bulan Dana PMI," tambahnya. (why)





