Petugas gabungan Pemkot Jakarta Barat, terdiri dari unsur 3 pilar Kecamatan Taman Sari, Sudis Gulkarmat, serta Sudis Perhubungan bersama Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua melaksanakan mitigasi abu vulkanik sebagai dampak erupsi Anak Gunung Krakatau (AGK) di kawasan Kota Tua Kecamatan Taman Sari.
Mitigasi dilakukan dengan melakukan penyemprotan water mist pada sejumlah titik seperti Jalan Kopi, Jembatan Kota Intan, Taman Kota Intan dan Jalan Kunir Raya.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri menjelaskan, pihaknya mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan penyemprotan water mist. Kegiatan dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB .
"Kami kerahkan satu unit, tapi mobil melakukan beberapa kali isi ulang menambah volume air untuk disemprotkan," tukasnya, saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (7/9).
Dilanjutkan Suheri, ke depan pihaknya siap mengerahkan armadanya untuk membantu penyemprotan sebagai mitigas abu vulkanik bila dibutuhkan.
"Kegiatan ini setidaknya mengurangi dampak abu vulkanik yang rawan menganggu kesehatan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, mengharapkan mitigasi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau ini mampu menimalisir dampak sehingga wisatawan bisa tetap nyaman dan aman saat berkunjung ke Kawasan Kota Tua.
Meski ada kegiatan tersebut, lanjut Denny, kawasan Kota Tua tetap beroperasi normal. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk menggunakan masker serta kacamatan sesuai anjuran.
Denny menyebut, pihaknya telah membagi-bagikan masker secara gratis kepada wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke kawasan Kota Tua.
"Kemarin Kami bagikan 1.000 masker secara gratis di Kota Tua. Hari ini rencana Kami bagikan lagi 500 masker kepada masyarakat," tambahnya. (why)





