Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menggelar seminar pilah sampah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (19/10). Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murthadho, dan diikuti 200 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murthadho, mengatakan pihaknya mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga, terutama dari dapur. Ia menegaskan bahwa pemilahan sampah perlu menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Pak Gubernur sudah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pilah sampah. Ini sifatnya gerakan. Maka, saya berharap ibu-ibu sebagai kekuatan masyarakat bisa memulai dari dapur dulu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sampah perlu dipilah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai guna dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Ali juga mendorong organisasi perempuan, termasuk Fatayat NU, menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah di lingkungan masyarakat. Ia berharap materi seminar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi sampah tercampur dan meningkatkan pemanfaatan sampah.
“Saya berharap ini bisa diaplikasikan, tidak hanya sebagai seminar. Saya minta agar kekuatan organisasi Fatayat NU bisa menjadi pelopor gerakan pilah sampah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jakarta Barat, Cucum Sumardi, mengajak peserta melihat sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat jika dikelola dengan tepat.
“Sampah! Kumpul, pilah, angkut, jual,” serunya untuk menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara teratur dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.
Cucum mendorong peserta mengikuti pemaparan narasumber agar dapat memahami teknik pengolahan sampah yang tepat dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, PCNU Jakarta Barat berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Lam)





