Delapan camat di Jakarta Barat memaparkan berbagai persoalan dan program penanganan wilayah dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang dipimpin Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/10).
Rakorwil yang dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari penanganan banjir, infrastruktur, penataan kawasan, pengelolaan sampah hingga ketertiban wilayah.
Camat Cengkareng, Suhardin menjadi salah satu pemapar dengan fokus pada penanganan banjir melalui kerja bakti serentak, pengerukan sedimentasi dan normalisasi saluran penghubung (PHB).
"Penanganan banjir dilakukan yakni penanganan pasca banjir, kerja bakti serentak, dan normalisasi salurah Phb," ujarnya.
Untuk penanganan banjir secara terpadu, lanjut Suhardin, upaya dilakukan dengan penguatan infrastruktur dengan dukungan kewilayahan untuk sistem pompa polder dan pompa makro. Selain itu, optimalisasi saluran phb dengan cara pengerukan sedimen lumpur dan perawatan saluran.
"Penanganan juga melibatkan media, pelaku usaha, akedemisi dan masyarakat. Selain itu dilakukan penataan kawasan dengan memfasilitasn penertiban persuasif untuk ruang air," tuturnya.
Terkait penataan kawasan, Suhardin menyampaikan bahwa Sudis SDA Jakarta Barat berencana membangun rumah pompa apuran dengan kapasitas 12.000 liter/detik, pengerukan dan normalisasi agresif Kali Apuran.
"Selain Kali Apuran, juga penataan kawasan Rawa Buaya berupa, pembangunan embung, penertiban persuasif dan penataan bantaran kali untuk ruang retensi," tukasnya.
Hal lain yang disampaikan adalah optimalisasi saluran air. Selain kali Apuran dan Mookevart, juga dilakukan normalisasi saluran di sejumlah titik di Kapuk dan Rawa Buaya, pengurasan saluran, dan penambalan sheetpile Kali Mookevart, RW 08 Kedaung Kaliangke.
Menanggapi penanganan banjir di Cengkareng, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi kinerja jajarannya dalam penanganan banjir, terutama pengerukan lumpur.
"Cengkareng ini akan memberikan dampak yang lebih besar pada saat musim hujan. Mumpung musim kemarai, lakukan terus gerebek lumpur saluran mikro dan Phb bersama teman-teman Sudis SDA. Memang di sini ada lurah berasa SDA. Karena, beliat ritin melakukan gerebek lumpur di wilayah," ujarnya.
Meski begitu, Iin mengaku heran dengan kondisi saluran air di Jalan Kapuk Raya, yang tetap tergenang meski telah dilakukan pengurasan lumpur. "Saat saya datang dan melihat lagi, saluran air di depan kantor kelurahan Kapuk masih saja tinggi," ujarnya.
Terkait hal itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab menuturkan permasalahan tingginya volume pada saluran air di Jalan Kapuk Raya dipengaruhi oleh inlet dari saluran Phb Rawa Bengkel. Kondisi ini diperparah pada bagian hilir yang tertutup bangunan.
"Sehingga aliran air masuk ke saluran di Jalan Kapuk Raya. Ini juga imbas dari volume saluran irigasi," tambahnya.
Sejumlah camat yakni Camat Kalideres, Ziki Zulkarnaen, juga membahas mitigasi banjir pada sejumlah wilayah, khususnya wilayah RW 06 Kelurahan Kamal serta sekolah lansia. Sedangkan Camat Kembangan, Muhammad Fahmi Karsawijaya membahas implementasi Ingub Nomor 5 tahun 2026, tentang gerakan masyarakat mengolah dan memilah sampah pada sumbernya.
Camat Tambora, Pangestu Aji membahas persoalan penataan kawasan industri konveksi, sedangkan wilayah Kecamatan Kebon Jeruk membahas persoalan penerapan Urban Farming. Sementara Camat Taman Sari, Simson Hutagalung membahas potensi wisata nigh market Pecinan Glodok dan persiapan Benyamin S Award.
Di sisi lain, Camat Gropet, Raditian Ramajaya membahas masalah parkir liar, perbaikan jalan dan waduk grogol. Sementara Camat Pamerah, Febriandri Suharto membahas pengerukan saluran air. (why)





