Warga Gang Surya, RT 008/RW 12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mendukung pembangunan rumah pompa Kali Apuran sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Ketua RT 008/RW 12 Kelurahan Kapuk, Abung Hariadi, mengatakan pada awalnya sebagian warga merasa keberatan terhadap rencana pembangunan tersebut. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan secara intensif, warga mulai memahami tujuan pembangunan rumah pompa.
“Awalnya warga merasa keberatan. Namun, setelah kami sering mengadakan sosialisasi bersama warga, akhirnya mereka memiliki kesadaran,” ujar Abung saat dikonfirmasi di sela kegiatan pembongkaran bangunan terdampak pembangunan rumah pompa Kali Apuran, Selasa (27/10).
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam pelaksanaan program pemerintah merupakan hal yang wajar. Karena itu, pemerintah bersama pengurus wilayah melakukan pendekatan persuasif dan menggelar sejumlah pertemuan di Kantor Kelurahan Kapuk untuk mencari solusi terbaik.
“Pro dan kontra sudah biasa. Namun, sekarang sudah berjalan lancar dan semuanya mendukung. Beberapa kali pertemuan dilakukan di kelurahan. Meski ada sedikit kendala, akhirnya semua bisa terlaksana,” katanya.
Abung menjelaskan, dukungan warga tidak terlepas dari pengalaman menghadapi banjir yang berdampak langsung terhadap permukiman mereka. Ia menyebutkan, banjir dan banjir rob terakhir dirasakan warga pada awal 2025, dengan lima RT terdampak.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga berharap pembangunan rumah pompa Kali Apuran dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kapuk.
“Warga mendukung karena dampak banjir pasti warga juga yang terkena. Ada lima RT yang terdampak banjir dan rob. Warga juga sudah jenuh karena terus mengalami banjir,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan rumah pompa dapat segera rampung dan berfungsi optimal sehingga mampu mengurangi genangan serta meningkatkan kenyamanan warga, khususnya saat musim hujan.
“Mudah-mudahan setelah rumah pompa ini jadi, Kapuk bebas banjir,” pungkasnya. (Why)





