Sebanyak 30 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) mengikuti pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran serta penyelamatan di Sekretariat RW 06, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (29/9).
Kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan padat penduduk.
Lurah Jembatan Lima, Ahmad Ghozali, mengatakan pihaknya mengapresiasi pelatihan yang diberikan kepada Redkar yang mayoritas terdiri dari ketua RT di lingkungan RW 06.
“Kegiatan ini sangat penting untuk mengantisipasi kebakaran. Kebakaran tidak pernah memberi tahu kapan akan terjadi. Karena itu, sebelum terjadi, peserta perlu memahami cara mengantisipasi dan menangani bahaya kebakaran,” ujar Ghozali.
Pelatihan melibatkan instruktur dari Sudis Gulkarmat Jakarta Barat. Peserta yang terdiri atas ketua RT, pengurus RW, LMK, FKDM, dan kader Jumantik mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan kebakaran serta praktik pemadaman api.
Dalam simulasi, peserta dilatih menangani kebakaran pada kompor gas menggunakan karung goni basah, mencabut regulator saat terjadi kebocoran, serta menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Peserta diajari memadamkan kobaran api dari kompor gas menggunakan karung goni basah, cara mencabut regulator saat terjadi kebocoran, hingga pemadaman dengan APAR,” jelasnya.
Ghozali berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta pelatihan dapat diteruskan kepada warga di lingkungan masing-masing.
“Jangan sampai bekal pengetahuan dan keterampilan ini hanya dimiliki peserta. Wajib memberikan edukasi dari RT kepada warganya,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pengurus RT memiliki APAR sebagai langkah penanganan awal sebelum api membesar dan sulit dikendalikan. Dari 15 RT di RW 06, saat ini baru 10 RT yang memiliki APAR.
“Dari 15 RT yang ada di RW 06, baru 10 RT yang memiliki APAR. Sisanya belum ada. Saya menekankan agar setiap RT wajib memiliki APAR. Selain itu, sebagian APAR yang ada sudah kedaluwarsa sehingga tidak dapat digunakan,” ungkap Ghozali.
Sementara itu, salah seorang peserta Redkar yang juga warga RW 06 Jembatan Lima, Aryanto, mengaku mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut. Menurut Ketua RT 14/RW 06 Jembatan Lima itu, pelatihan membuat warga lebih memahami cara menangani kebakaran secara tepat.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Tadinya kami takut kalau ada api, sekarang jadi tahu cara memadamkan kebakaran dengan benar sehingga bisa membantu warga,” kata Aryanto.
Ia berharap Redkar dapat menjadi perpanjangan tangan petugas Gulkarmat dalam memberikan edukasi dan melakukan penanganan awal kebakaran di lingkungan masing-masing. (Why)




