Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat berkolaborasi dengan PT PLN menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (2/11). Kegiatan tersebut diikuti 100 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat.
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sjahrin, mengatakan pelibatan FKDM diperlukan untuk memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan kebakaran di wilayah Jakarta Barat.
Menurutnya, hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 457 kasus kebakaran di Jakarta Barat. Karena itu, peran FKDM diharapkan semakin maksimal dalam mendeteksi potensi kerawanan dan menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
"Ibu Wali Kota memandang perlu menguatkan kembali peran serta FKDM terkait dengan pencegahan kebakaran. Karena memang fenomena kebakaran di Jakarta Barat paling tinggi," ujarnya.
Imron menjelaskan, kebakaran tidak hanya dipicu kondisi musim kemarau berkepanjangan, tetapi juga faktor kelistrikan akibat kesalahan penggunaan instalasi maupun material yang tidak sesuai standar.
Ia juga berharap aplikasi pelaporan yang dimiliki FKDM dapat diintegrasikan dengan informasi potensi kerawanan dan kejadian kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.
"Kalau sudah kita berikan pengetahuan atau sosialisasi dan masyarakat bisa mengikuti, Insyaallah kejadian kebakaran bisa berkurang," tegasnya.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Kebon Jeruk, Elpis J Sinambela, mengapresiasi inisiatif Pemkot Jakarta Barat dalam meningkatkan pencegahan kebakaran.
"Kami dari PLN tidak hanya berfokus pada keandalan jaringan listrik, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman untuk mencegah risiko kebakaran," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, mengatakan pihaknya berencana mengintegrasikan aplikasi FKDM untuk mendukung upaya pencegahan dini kebakaran.
"Harapannya kalau aplikasinya sudah disesuaikan, bisa bagaimana mengidentifikasi potensi merah. Sehingga nanti ada tindak lanjut dan lain sebagainya, FKDM memonitor sampai di mana," tandasnya. (why)





