Sebanyak 100 murid TKN Meruya Utara 01 dan TPA Negeri Bale Bermain Pelangi mengikuti simulasi ibadah haji atau manasik haji di Walkot Farm, Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (15/10).
Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Wawat Rusmanawati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan pendidikan agama sejak dini, khususnya rukun Islam kelima, yakni menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, meskipun manasik haji belum diwajibkan bagi anak usia dini, pengenalan melalui simulasi dapat memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai pelaksanaan ibadah haji.
“Siapa tahu ada rezeki, sebelum akil balig mereka bisa ke sana. Setidaknya, mereka sudah punya gambaran seperti apa pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.
Wawat menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan melatih kedisiplinan dan kemandirian anak. Melalui manasik haji, anak-anak dibiasakan berjalan tertib, mengikuti arahan, serta menjalankan kegiatan ibadah tanpa didampingi orang tua.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kebersamaan dan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak berkesempatan berinteraksi dengan teman sebaya di luar kegiatan belajar mengajar di kelas.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa saling mengenal dan mempererat kebersamaan dengan teman-temannya,” jelas Wawat.
Ia menambahkan, simulasi manasik haji juga dapat menstimulasi kemampuan kognitif dan psikomotorik anak, seperti menghafal doa, mempraktikkan gerakan tawaf dan sai, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aspek spiritual pun diperkenalkan melalui pembelajaran dan praktik ibadah.
Terkait pemilihan lokasi, Wawat menilai Walkot Farm memiliki fasilitas edukasi dan area bermain yang mendukung kegiatan anak usia dini. Lingkungan yang sejuk, pepohonan, serta gazebo membuat anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan gembira.
“Walkot Farm merupakan kebanggaan bagi kami dan anak-anak. Dengan adanya arena bermain, suasana sejuk, gazebo, dan banyak pohon, anak-anak merasa senang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Barat yang telah menyediakan Walkot Farm sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar dan beraktivitas.
Wawat berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap agama serta membiasakan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti kemandirian, kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Dalam simulasi tersebut, anak-anak mempraktikkan tahapan ibadah haji, mulai dari berkumpul di titik awal, berniat ihram, tawaf mengelilingi replika Ka'bah, sai, melempar jumrah, hingga mengikuti salat berjamaah. (why)






