Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, mengevakuasi sebanyak lima ekor anjing liar dari kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Anjing-anjing itu dievakuasi lantaran dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga sekitar.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Bety Rohmawati, mengatakan bahwa pihaknya menerima keluhan dari warga melalui CRM terkait keberadaan sejumlah anjing liar di areal TPU Tegal Alur. Bahkan, ada warga mengaku terjatuh dan mengalami luka setelah dikejar-kejar anjing liar tersebut.
Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Bety, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan sejumlah petugas untuk melakukan evakuasi.
"Mendapati aduan warga Kami segera mengerahkan petugas untuk melakukan pengecekan dan evakuasi ke lokasi," tukasnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).
Dijelaskan Bety, berdasarkan hasil yang diterimanya ada sekitar 15 ekor anjing liar yang kerap berkeliaran di TPU Tegal Alur. Namun, berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, pihaknya mendapati sebanyak 10 ekor anjing liar.
"Berdasarkan hasil penelusuran, kami evakuasi sebanyak lima anjing liar yang selanjutkan diserahkan ke Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (Pusyankeswan) Ragunan. Tiga anjing liar lainnya diadopsi oleh warga setempat serta petugas TPU Tegal Alur. Sementara dua anjing lainnya, masih dalam proses pencarian," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya mengevakuasi anjing liar tersebut juga merupakan bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran penyakit rabies di wilayah DKI Jakarta. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dipastikan anjing-anjing yang telah dievakuasi tidak mengidap rabies.
"Kami berharap warga bisa bantu menginformasikan bila melihat. Termasuk melaporkan bila ada anjing liar yang meresahkan di lingkungan tinggal mereka," pungkasnya. (why)





