Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi program Green Guardians yang diinisiasi Bakti Barito Foundation bersama PT Petrosea Tbk untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah.
Program tersebut diluncurkan di SDN Kemanggisan 10, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (15/9), dan melibatkan 10 sekolah dasar di Kecamatan Palmerah.
Hadir dalam kegiatan, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setko Jakarta Barat, Depika Romadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Aldi Jansen, Camat Palmerah, Febriandri Suharto, Lurah Kemanggisan Tubagus Rafiudin, dan perwakilan Sudis Pendidikan Wilayah 2.
"Kalau hari ini Bakti Barito dan PT Petrosea Tbk dari Yayasan Bakti Barito ambil bagian sebagai kolaboratornya, bagaimana mengajak menggerakkan mulai dari bawah sebagai character building kepada anak-anak kita, saya sangat terima kasih dan apresiasi," tuturnya mengawali sambutan.
Dikatakan Iin, edukasi lingkungan sejak usia dini penting untuk membentuk kebiasaan positif, khususnya dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah.
βKetika anak-anak kita mulai dari usia dini sudah menyadari, mengetahui, memahami, dan melaksanakan bagaimana pilah sampah itu menjadi habit, kemudian mengolahnya mulai dari rumah dan lingkungannya tanpa paksaan, itu luar biasa,β ujar Iin.
Menurutnya, program seperti Green Guardians memiliki target besar bukan hanya pada kegiatan, tetapi pada dampak nyata perubahan perilaku.
"Kita akan goal-nya ke sana. Kalau kita bicara target itu outcome, impact. Ya, impact-nya ke sana, perubahan karakter," pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Bakti Barito, Rinaldi Dwinata Simatupang, mengatakan bahwa pihaknya bersama PT Petrosea Tbk akan melakukan pendampingan rutin selama enam bulan kepada 10 sekolah dasar di Kecamatan Palmerah melalui program Green Guardians.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan pendidikan perubahan iklim dan lingkungan hidup, pelatihan guru, serta pendampingan sekolah dalam proses menuju Sekolah Adiwiyata.
"Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan pemahaman dan penerapan pendidikan lingkungan hidup serta perubahan iklim dapat berjalan dengan baik di sekolah," ujarnya.
Selain pendampingan, sekolah juga akan mengikuti pelatihan rutin setiap bulan dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan isu lingkungan yang relevan. Materi tersebut antara lain pengelolaan sampah, konservasi energi dan air, penanaman pohon, pembuatan biopori, pemanfaatan air hujan, serta penguatan pemahaman mengenai keanekaragaman hayati.
Sebagai informasi, peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Iin Mutmainnah dan dilanjutkan peninjauan praktik pembuatan komposter sederhana. Sepuluh sekolah yang terlibat yakni SDN Kemanggisan 10, SDN Palmerah 09 Pagi, SDN Palmerah 25 Pagi, SDN Palmerah 19 Pagi, SDN Jati Pulo 07 Pagi, SDN Kota Bambu 03 Pagi, SDN Palmerah 23 Pagi, SDN Palmerah 01 Pagi, SDN Jati Pulo 08 Pagi, dan SDN Kemanggisan 14 Pagi. (Why)





