Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengharapkan 10 sekolah dasar yang ikut dalam program Green Guardians bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya.
Hal tersebut disampaikan Iin saat meluncurkan program Green Guardians yangb berlangsung di SDN Kemanggisan 10, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (15/9).
Diketahui, 10 sekolah dasar yang dimaksud adalah SDN Kemanggisan 10, SDN Palmerah 09 Pagi, SDN Palmerah 25 Pagi, SDN Palmerah 19 Pagi, SDN Jati Pulo 07 pagi, SDN Kota Bambu 03 Pagi,SDN Palmerah 23 Pagi,SDN Palmerah 01 Pagi, SDN Jati Pulo 08 Pagi, dan SDN Kemanggisan 14 pagi.
"Kalau kita bicara sekarang Adiwiyata memang sudah menjadi program unggulan, tetapi ketika di-intervensi, di-inject dengan kerja sama dengan pengusaha di antaranya, Bakti Barito, kita akan lebih terlihat optimal," ujarnya.
Menurut Iin, optimalisasi program Adiwiyata membutuhkan banyak intervensi. Tidak hanya dari sisi standarisasi yang sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Pendidikan, tetapi juga dari unsur lainnya.
"Karena butuh banyak intervensi, tidak hanya mungkin dari sisi standarisasi yang sudah dilakukan secara mungkin standar dari teman-teman LH maupun dari dinas pendidikan, tetapi tentu mungkin ada yang akan di-intervensi dari habit kebudayaan maupun hal yang menjadi kebiasaan baik dari PT Petrosea Tbk, kepada siswa-siswi," jelasnya.
Dijelaskan Iin, pihaknya juga menaruh harapan besar agar generasi penerus Jakarta Barat dapat menjadi pelopor perubahan (Agen of change).
"Saya berharap generasi ini, generasi emas ke depan 2045 muncul dari Jakarta Barat. Bismillah. Dan kita semua yang hadir di sini punya tanggung jawab, punya kerja sama yang harus kita kuatkan," tuturnya.
Pihakya juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk menyukseskan program ini.
"Kolaborasi pentahelix ini kita harus kuatkan, juga dengan media. Nah, hadir ya teman-teman nanti dari Sudis Kominfotik, media, guru-guru, juga kepala sekolah punya media sosial ya," katanya.
Lebih lanjut Iin menambahkan, pihaknya menilai, siswa saat ini memiliki keunggulan dalam menjangkau informasi melalui media digital.
"Anak-anak kita itu yang tadi tampil usianya jauh di bawah kita, tapi mereka jangkauan medianya di luar kita mungkin. Karena mereka bisa berteman dengan siapapun di dunia ini dengan sangat mudah. Generasi teknologi mereka ini lebih kuat," ujarnya.
Untuk itu, Iin meminta para kepala sekolah membekali siswa dengan literasi digital yang bijak agar pesan kebaikan terkait lingkungan dapat tersebar luas.
"Sehingga mereka punya kesempatan me-branding, menyampaikan berita, informasi tentang pilah sampah di sekolah ini ke manapun saat yang cepat dengan yang tepat. Untuk itu, saya ingin para kepala sekolah memberikan literasi digital sebijak dan sebaik mungkin, sehingga mereka bisa menguatkan informasi ini ke semua lini," pungkasnya. (why)





