Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah meninjau pelaksanaan gerakan pilah dan olah sampah di RW 08, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Minggu (6/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan padat penduduk. Kunjunganya didampingi Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sahrin bersama jajarannnya dan unsur kelurahan dan masyarakat setempat.
Ketua RW 08 Sukabumi Utara, Matroji, mengatakan wilayahnya dihuni sekitar 4.000 jiwa di lahan seluas 8 hektare. Meski memiliki keterbatasan lahan, warga mampu mengolah sampah organik melalui komposter jumbo, budidaya maggot, kolam gizi, dan pembuatan pupuk.
Sementara sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Mutiara 08. Menurut Matroji, edukasi pemilahan sampah dilakukan secara bertahap hingga meningkatkan partisipasi warga.
"Dulu sebelum ada pilah sampah, penimbangan sebulan sekali berkisar 2.300 kilo. Tapi setelah adanya gerakan pilah sampah, kita bisa masuk sampai 6.000 kilo per bulan. Dulu sampah plastik berserakan, sekarang warga justru berebutan memilah karena ada manfaatnya," ujar Matroji.
Selain pengelolaan sampah, warga RW 08 juga memanfaatkan lahan terbatas untuk penghijauan melalui taman TOGA, penataan area makam menjadi ruang hijau, serta budidaya tanaman dengan metode rooftop.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi komitmen warga dan pengurus RW 08 Suka umi Utara yang dinilai berhasil membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara konsisten.
"Pak RW sudah memberikan contoh dan role model yang luar biasa bersama para pengurus, kader PKK, dan warga. Ini bukti nyata, bukan acara yang dibuat-buat saat saya mau datang," kata Iin.
Ia berharap pengelolaan sampah di RW 08 dapat menjadi contoh bagi RW lainnya di Jakarta Barat. Pemkot Jakarta Barat juga terus mendorong pengurangan sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.
"Untuk wilayah padat yang memiliki keterbatasan lahan, kami Pemkot Jakbar akan memfasilitasi pengangkutan sampah terpilah secara terjadwal melalui Sudis Lingkungan Hidup," pungkasnya. (Yan)





