Tim juri Benyamin S Award (BSA) 2026 mencatat sejumlah perkembangan positif dari tiga kelurahan di Jakarta Barat yang masuk 10 besar finalis. Ketiganya yakni Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk; dan Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Ketua Tim Juri BSA 2026, Nirwono Joga, mengatakan ketiga kelurahan memiliki potensi dan berbagai program yang merupakan inisiatif masyarakat maupun wilayah. Penilaian dilakukan pada Kamis (8/10).
“Semua mempunyai kegiatan yang merupakan inisiatif mereka sendiri. Ini perlu kita apresiasi karena dalam waktu yang cukup pendek mereka sudah mampu menyiapkan semua kegiatan dengan baik,” ujar Nirwono.
Selain potensi wilayah, tim juri juga melihat progres penataan dalam empat kategori penilaian BSA, yakni bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Menurut Nirwono, hasil penilaian tersebut menjadi modal bagi ketiga kelurahan untuk mengikuti babak final pada 15 Oktober 2026. Pada tahap tersebut, para lurah akan mempresentasikan rangkaian program dan kegiatan penataan lingkungan yang telah dilakukan.
Dalam penilaian 10 besar, setiap kelurahan juga diminta menggelar festival yang menampilkan potensi unggulan wilayah. Nirwono berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan menyambut HUT ke-500 Kota Jakarta pada 2027.
“Kita membayangkan seluruh kelurahan bisa membuat festival yang menarik sehingga sepanjang tahun, dari Januari sampai Desember, ada potensi untuk menyelenggarakan festival dalam merayakan 500 tahun Kota Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun, mengatakan Festival Budaya Taman Sari digelar untuk menampilkan keberagaman budaya masyarakat setempat.
"Di era sunda kelapa, Batavia hingga Jakarta kontempoerer, kawasan Taman Sari dan sekitar dihuni beragam etinis budaya, seperti Tionghoa, Arab, India, Jawa, Eropa, Sudan dan Betawi," tukasnya.
Menurutnya, keberagaman etnis yang telah berkembang sejak era Sunda Kelapa, Batavia hingga Jakarta membentuk karakter sosial masyarakat yang tetap rukun dan harmonis.
“Taman Sari juga sudah deklarasi ODF pada 2024 dan walaupun kawasan padat, sudah tidak ada RW kumuh. Dari sisi sejahtera, kami juga memiliki ekosistem pariwisata yang mendukung,” tandasnya. (Why)





