Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mematangkan untuk mengoptimalkan program urban farming rooftop gedung Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Demikian disampaikan Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sjahrin saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan program urban farming rooftop, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Kota, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (16/10). Pertemuan dihadiri perangkat daerah terkait, yaitu Bagian Perekonomian, Kesra, Umum dan Protokol, Sudis KPKP, Bagian Kesra, Sudis Tamhut, Sudis BM, Satpol PP, Sudis LH, Sudin SDA dan PKK Jakarta Barat.
Sekretaris Kota KJakarta Barat, Imron Sjahrin, mengatakan bahwa program pemanfaatan atap gedung sebagai lahan pertanian perkotaan harus segera direalisasikan dan tidak berhenti pada tahap perencanaan. Menurutnya, komitmen dan sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
"Program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Barat untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka, termasuk atap gedung perkantoran, guna memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian," katanya.
Dikatakan Imron, selain mendukung ketahanan pangan, urban farming rooftop diharapkan dapat meningkatkan penghijauan, mengurangi panas di lingkungan gedung, serta menjadi sarana edukasi bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mengenai pertanian perkotaan (urban farming).
βSesuai arahan Gubernur dan Wali Kota, kita perlu memanfaatkan rooftop dan ruang terbuka di kantor sebagai lahan ketahanan pangan. Mari bersama-sama menyukseskan urban farming rooftop Kantor Wali Kota agar menjadi contoh bagi kecamatan dan kelurahan,β ujar Imron.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh perangkat daerah diharapkan menyamakan pemahaman dan mengambil langkah konkret, mulai dari pembagian tugas, penyiapan media tanam, hingga pemeliharaan tanaman agar program berjalan optimal dan berkelanjutan. (Hfz)






