Camat Kembangan, M. Fahmy Karsawijaya, meninjau lokasi percontohan pemilahan sampah dan urban farming di RW 003, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, Rabu (28/10).
Kunjungan yang berlangsung di Bale Mawar Mewangi, RT 004/RW 003 Kembangan Utara, dengan tujuan melihat langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus pemanfaatan lahan fasilitas umum milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta untuk kegiatan pertanian perkotaan.
Fahmy mengatakan, praktik pemilahan sampah dan urban farming yang dikembangkan warga RW 003 diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kecamatan Kembangan. Ia juga mendorong para ketua RT dan RW untuk mengembangkan pengelolaan sampah secara terpadu di lingkungan masing-masing.
βKami ingin setiap kelurahan memiliki pengelolaan sampah yang baik, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sehingga sampah yang masih bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan,β ujar Fahmy saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pengelolaan sampah di RW 003 telah menunjukkan perkembangan. Sampah yang sudah dipilah dikelola melalui bank sampah tingkat RT dan disetorkan ke Bank Sampah Induk (BSI).
"Hingga saat ini, bank sampah tersebut telah melakukan empat kali pengangkutan dengan total sekitar 1,5 ton sampah," jelasnya.
Selain itu, lanjut Fahmy, warga juga mulai mengembangkan budidaya maggot untuk mendukung pengolahan sampah organik. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sedangkan hasil pengolahan organik juga dikembangkan menjadi pupuk untuk menunjang kegiatan urban farming.
βIni memang masih tahap awal, tetapi sudah terlihat keseriusan warga dalam mengembangkan pengelolaan sampah. Ke depan, tentu perlu ada perbaikan dan penambahan volume produksi agar manfaatnya semakin luas,β katanya.
Fahmy menambahkan, pengembangan pemilahan sampah, bank sampah, dan urban farming berpotensi membentuk ekosistem ekonomi sirkular di lingkungan masyarakat.
"Sampah yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna, sementara hasil pertanian perkotaan diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga," tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa lokasi tersebut akan didorong untuk mengikuti lomba RT Peduli Lingkungan sebagai upaya memotivasi warga dalam menjaga kebersihan dan mengembangkan inovasi lingkungan.
"Melalui pengembangan praktik serupa di setiap kelurahan, Kecamatan Kembangan berharap semakin banyak warga terlibat dalam pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, produktif, dan memiliki nilai ekonomi," tandasnya. (Kontri)





