Sekretaris Kelurahan Kembangan Selatan, Zulfikar, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan oleh 10 personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Saat ini, pekerjaan masih berlangsung dan belum memasuki tahap penyelesaian akhir.
“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 60 persen. Kami terus mempercepat pengerjaan agar rumah kompos ini segera selesai dan dapat difungsikan,” ujar Zulfikar saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).
Menurutnya, pembangunan rumah kompos merupakan salah satu upaya untuk mendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan sekitar. Nantinya, sampah organik seperti sisa sayuran dan daun kering dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman dan mendukung penghijauan.
"Keberadaan rumah kompos ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dengan memisahkan sampah organik dan anorganik," katanya.
Melalui pembangunan fasilitas tersebut, lanjut Zulfikar, pihaknya berupaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan dengan melibatkan petugas kewilayahan serta masyarakat.
"Kami berharap rumah kompos dapat menjadi salah satu sarana pendukung dalam mewujudkan gerakan pilah sampah dari sumber," tandasnya. (Kontri)






