Sebanyak 12 orang terluka akibat ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, RT 006/RW 02, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/11) pagi. Dari jumlah tersebut, tujuh orang mengalami luka ringan dan lima lainnya luka berat.
Lurah Duri Kepa, Arie Lystha, mengatakan lima korban dengan luka berat telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
"Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi lima orang. Yang luka bakar ringan ada tujuh orang," ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Arie, ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB tersebut mengakibatkan 10 rumah mengalami kerusakan, dengan tiga rumah di antaranya rusak parah. Peristiwa itu berdampak terhadap 29 warga dari 13 kepala keluarga (KK).
Pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan instansi terkait akan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak selama satu minggu ke depan.
"Dalam satu minggu ini kita akan menyalurkan logistik berupa makanan dari kelurahan. Kalau dari Dinsos dan BPBD sudah dikirimkan, bentuk logistiknya beras dan minyak. Dari Dinas Sosial, ini lagi pengajuan untuk kompor, kemudian peralatan masak," jelasnya.
Hingga kini, warga terdampak masih mengungsi karena rumah mereka belum dapat ditempati. Selain bantuan logistik, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan RPTRA dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan pendampingan khusus bagi anak-anak korban terdampak.
"Untuk anak-anaknya tentu ada pendampingan dari RPTRA. Kemudian saya juga minta pendampingan dari bidang penanganan anak-anak dari PMI," pungkasnya. (Aji)





