Aparatur Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, akan mengevaluasi pemberian fasilitas bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap sejumlah pelaku tawuran yang terlibat dalam peristiwa hingga menyebabkan korban jiwa.
Lurah Kelapa Dua, Elfin Ridho Putra, mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan pascakejadian bersama Ketua RW 08, pengurus RT 05, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta orang tua terduga pelaku tawuran di Sekretariat RW 08.
“Pasca kejadian, kami mengadakan pertemuan yang melibatkan unsur kelurahan, Ketua RW 08, pengurus RT 05, LMK, dan para orang tua terduga pelaku tawuran di Sekretariat RW 08,” ujar Elfin saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para orang tua agar mendampingi anak-anak mereka dan mengikuti proses hukum yang kini ditangani Polres Metro Jakarta Barat.
Elfin menyebutkan, sejumlah terduga pelaku telah ditahan untuk menjalani proses hukum karena tawuran tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
“Ini kasusnya sudah masuk ranah pidana. Kami hanya memastikan para orang tua mendampingi anaknya selama proses hukum berlangsung,” katanya.
Selain itu, pihak kelurahan berencana mengevaluasi pemberian fasilitas bantuan Pemprov DKI Jakarta, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP), bagi pelaku yang masih berstatus pelajar.
Nantinya untuk evaluasi akan melibatkan pihak sekolah dan instansi terkait dengan mempertimbangkan status masing-masing pelaku, termasuk mereka yang telah lulus sekolah maupun yang masih di bawah umur.
“Selanjutnya, kami akan mengundang semua pihak, termasuk pihak sekolah dan instansi terkait, untuk melakukan evaluasi terkait pemberian fasilitas bantuan dari Pemprov DKI Jakarta,” jelasnya.
Terkait penyebab tawuran, Elfin mengatakan aksi tersebut diduga telah direncanakan melalui media sosial. Sejumlah kelompok atau geng disebut saling mengajak anggota dan memprovokasi untuk melakukan penyerangan.
Menurut Elfin, kelompok yang disebut terlibat antara lain geng Batavia, Popeye, dan Bonsal. Aksi saling serang tersebut kemudian terjadi di Jalan Salman, Kelurahan Kebon Jeruk, sekitar pukul 03.00 WIB.
Sebelumnya diinformasikan, tawuran terjadi di Jalan Salman, Kelurahan Kebon Jeruk, pada Senin (26/10) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban bernama M. Rivaldi meninggal dunia.
Aparat Polres Metro Jakarta Barat telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat beserta barang bukti berupa senjata tajam. Mereka menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (why)





