Realisasi penerimaan pajak Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah (UP3D) Kecamatan Kalideres mencapai Rp455,35 miliar atau 69,05 persen dari target hingga akhir September 2026.
Kepala UP3D Kecamatan Kalideres, Zidni Agni Apriya, mengatakan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai Rp231,43 miliar dari target Rp235,35 miliar atau 98,3 persen.
“Perolehan tertinggi pada sektor pajak PBB-P2, hingga akhir September telah mencapai 98,3 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).
Selanjutnya, penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp162,04 miliar atau 48,80 persen. Sementara itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman mencapai Rp40,68 miliar atau 69,03 persen.
Zidni menjelaskan, pihaknya memberikan insentif fiskal sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 339 Tahun 2026 berupa diskon 10 persen, 7,5 persen, dan 5 persen. Selain itu, penagihan langsung dilakukan terhadap wajib pajak dengan profil 1 dan nilai pajak di atas Rp100 juta.
Pihaknya juga mendorong peningkatan pengunduhan e-SPPT melalui kerja sama dengan kelurahan se-Kecamatan Kalideres. Kemudahan pembayaran secara digital melalui lokapasar dan mobile banking turut dioptimalkan untuk memudahkan wajib pajak memenuhi kewajibannya.
Penerimaan pajak tersebut berasal dari 10 jenis pajak, antara lain PBB-P2, BPHTB, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), pajak reklame, serta berbagai jenis PBJT.
"Kami berharap realisasi penerimaan pajak terus meningkat sehingga target yang ditetapkan untuk 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun," tandasnya. (Izu)





