Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah melakukan penjangkauan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang didominasi gelandangan sepanjang Januari hingga 2 September 2026.
Diketahui, berdasarkan data rekapitulasi Pelayanan, Perlindungan dan Pengendalian PMKS Jalanan Sudis Sosial Jakarta Barat, sebanyak 365 orang gelandangan, disusul psikotik/ODMK sebanyak 299 orang, pak ogah 184 orang, pengemis 67 orang, pengamen 56 orang, pemulung 20 orang, asongan 14 orang, anak jalanan enam orang, tukang pijit tiga orang, wanita satu orang, dan PMKS lainnya 245 orang.
Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengatakan total Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berhasil dijangkau selama periode tersebut mencapai 1.260 orang.
βTotal hasil penjangkauan dari Januari hingga 2 September 2026 di wilayah Jakarta Barat sebanyak 1.260 orang PMKS,β ujar Fajar saat dikonfirmasi, Jumat (4/9).
Penjangkauan dilakukan Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di sejumlah titik yang rawan keberadaan PMKS, seperti kawasan Flyover Tomang, Slipi, Grogol, Jembatan Dua, Cengkareng, Terminal Kalideres, hingga sekitar Kota Tua.
Secara bulanan, penjangkauan tercatat 143 orang pada Januari, 203 Februari, 139 Maret, 168 April, 160 Mei, 137 Juni, 169 Juli, 133 Agustus, dan delapan orang hingga 2 September 2026.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelayanan dan penanganan PMKS jalanan agar mereka mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. (Aji)





