Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 1.260 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama periode Januari hingga awal September 2026.
Kepala Sudinsos Jakarta Barat, Fajar Laksono, mengatakan penjangkauan dilakukan sebagai upaya memberikan penanganan dan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
βDari Januari hingga awal September 2026, totalnya yang dijangkau sebanyak 1.260 orang PMKS,β ujar Fajar saat dihubungi, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan, gelandangan menjadi kelompok PMKS yang paling banyak dijangkau, yakni sebanyak 365 orang. Selanjutnya psikotik/ODMK sebanyak 299 orang, dan pak ogah sebanyak 184 orang.
Adapun jumlah penjangkauan setiap bulan tercatat 143 orang pada Januari, 203 orang Februari, 139 orang Maret, 168 orang April, 160 orang Mei, 137 orang Juni, 169 orang Juli, 133 orang Agustus, serta delapan orang hingga 2 September 2026.
Penjangkauan dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di sejumlah titik yang dinilai rawan keberadaan PMKS di wilayah Jakarta Barat. Beberapa lokasi tersebut antara lain kawasan flyover Tomang, Slipi, Grogol, Jembatan Dua, Cengkareng, sekitar Kota Tua, serta Terminal Kalideres.
Fajar menuturkan, sebagian besar PMKS hasil penjangkauan dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar. Setibanya di panti, mereka menjalani asesmen oleh petugas untuk menentukan bentuk penanganan selanjutnya.
βPMKS yang bukan berasal dari DKI Jakarta direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal. Sedangkan PMKS asal Jakarta yang tidak memiliki keluarga akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan sesuai klasifikasi hasil asesmen,β jelasnya.
Fajar menambahkan, penanganan dilakukan berdasarkan hasil asesmen agar setiap PMKS mendapatkan pelayanan dan pembinaan sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing. (Aji)





