Hal tersebut disampaikan Iin saat menghadiri kegiatan Forkopimko Menyapa Warga di Aula Kantor Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10).
"Jadi ada tiga isu yang ingin saya sampaikan di sini, yang sedang dan memang menjadi sebuah hal yang kita sedang lakukan upayanya. Ketiga isu tersebut adalah mitigasi banjir dan genangan, sampah dan kebakaran," ujar Iin.
Untuk mitigasi banjir dan genangan, Iin menyampaikan bahwa wilayah Jakarta Barat, sejak awal tahun 2025, dilanda banjir. Sejumlah titik di wilayah tergenang dengan tempo yang cukup lama surut.
"Kalau sebentar lewat sih aman, ini lama sampai berhari-hari. Kalideres salah satu lokasi yang memang ada beberapa titik, walaupun tidak se-ekstrem di Cengkareng," katanya.
Lokasi banjir lainnya yang menjadi perhatian khusus ada di permukiman warga RW 02 dan 06 Kelurahan Kamal, yang terdapat crossing dengan wilayah lain serta pengaruh dari pembangunan jalan tol yang lebih tinggi dibanding wilayah sekitar.
Ia mengaku bahwa dirinya bersama jajaran serta unsur terkait langsung turun mengecek area tersebut untuk mencarikan solusi penanganan.
"Mudah-mudahan, kita sudah ngeruk tiap minggu, bahkan seminggu bisa lebih dari 1-2-3 kali yang kita lakukan bersama Sudis SDA. Usulan yang diusulkan masyarakat berupa waduk, kemudian embung memang sedang proses. Kami sudah komunikasikan dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," jelasnya.
Isu kedua adalah penanganan sampah yang menjadi perhatian khusus Pemkot Jakarta Barat. Meski begitu, Iin mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah berbuat banyak dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
"Tanggal 19 Juli sudah kita canangkan bersama Kapolres, Dandim, bersama jajaran Forkopimko untuk sama-sama membersihkan sedimen lumpur di kali saluran PHB dan juga pengurangan sampah dari sumber," ujarnya.
Untuk penanganan sampah secara sistematis, Pemkot Jakbar tengah membangun TPS 3R percontohan di Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan. Sehingga mulai 1 Oktober 2026, TPS 3R Meruya Selatan hanya menerima sampah yang sudah dipilah dari sumbernya.
"Hulunya adalah pemukiman, sampah itu sudah dipilah. Petugas gerobak tidak boleh mengangkut kalau tidak dipilah di warga. TMT 1 Oktober, saya tetapkan untuk tidak menerima sampah gabruk atau sampah campur," tegasnya.
Ia berharap TPS 3R Meruya Selatan bisa menjadi role model bagi wilayah lain di Jakarta Barat.
Isu ketiga adalah pencegahan kebakaran. Iin menyampaikan berdasarkan data, peristiwa kebakarna disebabkan oleh korsleting listrik dan tumpukan sampah yang terbakar.
Oleh karena itu, Iin mengajak semua pihak, termasuk FKDM untuk bersama-sama menanggulangan bahaya kebakaran.
"saya mengajak FKDM untuk menjadi relawan cegah kebakaran, supaya ada mitigasi dari awal," kata Iin.
Di akhir sambutannya, Iin mengajak seluruh elemen untuk bersinergi membangun Jakarta Barat.
"Semoga apa yang kita lakukan menjadi kemanfaatan bagi kita semua. Mari kita jaga Jakarta, Jaga Jakarta aman, bersih, dan sehat," pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan Waka Polres Jakarta Barat, AKBP Rezi Dharmawan, Danramil 06 Kalideres, Mayor Czi Muhammad Ismed Prabowo, Kepala Bapas Kelas 1 Jakbar, Raden Mas Kristyo Nugroho, Kepala BPS Jakbar, Muhammad Noval, perwakilan kejaksaan negeri Jakbar, para kepala suku dinas, para camat se-Jakarta Barat, Dewan Kota, tokoh masyarakat dan pengurus RW di Kecamatan Kalideres. (why)





