Sebanyak 80 pelajar SMAN 84 Jakarta mengikuti edukasi bertajuk Bijak Bermedia Sosial, Cerdas Menyaring Informasi dan Sadar Hukum di aula sekolah, Jalan Utan Jati, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kepolisian, Rumah Pena Foundation, serta Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman pelajar dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Kepala Seksi Aplikasi dan Statistik (Astik) Sudin Kominfotik Jakarta Barat Nur Izzuddin mengatakan, perkembangan teknologi digital memberikan ruang bagi pelajar untuk berekspresi dan mengembangkan potensi. Namun, pemanfaatannya harus disertai pemahaman terhadap risiko di ruang digital.
“Manfaatkan dunia digital sebaik-baiknya dan jangan sampai aktivitas kita justru menjadi sesuatu yang merugikan di kemudian hari,” ujarnya di lokasi, Selasa (6/10).
Ia mengingatkan pelajar mengenai sejumlah risiko, seperti kejahatan siber, kecanduan konten digital, serta jejak digital yang dapat menjadi bagian dari rekam seseorang di kemudian hari. Karena itu, setiap unggahan dan komentar di media sosial perlu dipertimbangkan dengan baik.
Di Tempat yang sama, Wakapolsek Kalideres, AKP Aep Haryaman mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, seperti tawuran, bullying, penyalahgunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko.
Aep juga meminta siswa SMAN 84 Jakarta mempertahankan lingkungan sekolah yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh ajakan melakukan tindakan yang dapat berujung pada persoalan hukum.
“Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran maupun tindakan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan,” ujar Aep.
Sementara itu, siswa kelas X SMAN 84 Jakarta Dandi Haryunda mengaku mendapatkan pengetahuan baru, terutama mengenai cara menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.
“Materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat. Kami diajarkan bahwa informasi di media sosial ada yang positif dan ada yang negatif, sehingga harus lebih bijak sebelum membagikan,” ucapnya. (Izu)





