Sebanyak 500 rumah yang tersebar di sembilan RW Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, telah dipasangi stiker “Rumah Memilah” sebagai penanda warga aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Lurah Kembangan Selatan, Junaidi, mengatakan program tersebut merupakan upaya mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Ini upaya kita mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Junaidi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).
Menurutnya, pemasangan stiker tersebut juga menjadi bentuk apresiasi dan motivasi bagi warga yang konsisten memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing.
Program ini melibatkan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup, pengurus RT/RW, kader Dasawisma, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Mereka melakukan pendataan, verifikasi, dan edukasi secara langsung dari rumah ke rumah.
“Kader kami turun langsung ke rumah-rumah warga, mengecek tempat sampah, memberikan edukasi cara memilah yang benar, baru kemudian dipasangi stiker jika memang sudah memenuhi kriteria,” jelasnya.
Junaidi menambahkan, pemilahan sampah dari sumbernya berperan penting dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dapat disalurkan melalui bank sampah. Dengan demikian, jumlah sampah yang berakhir di TPST Bantargebang dapat ditekan.
Pihaknya menargetkan jumlah rumah yang mendapatkan stiker “Rumah Memilah” terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi masyarakat di sembilan RW.
“Kami berharap Kembangan Selatan bisa menjadi kelurahan percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Rumah yang telah mendapatkan stiker tetapi tidak lagi menjalankan pemilahan sampah dapat dievaluasi kembali, termasuk kemungkinan pencabutan stiker.
“Kami akan evaluasi rutin. Kalau rumah yang sudah dapat stiker ternyata tidak lagi memilah, stikernya bisa kita cabut. Jadi, ini ada tanggung jawabnya,” pungkasnya. (Why)





