Sebanyak 264 siswa SMP IT Almaka, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, mengikuti seminar tata kelola sampah yang digelar di aula sekolah setempat, Jumat (6/11). Kegiatan bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dini.
Lurah Kalideres, Rizky Raya Dwiputra, mengatakan edukasi pengelolaan sampah penting diberikan kepada para siswa. Terlebih, sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Masyarakat Mengolah dan Memilah Sampah pada Sumbernya, penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Siswa harus sejak dini diberikan pemahaman tentang cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Siswa juga dapat mengetahui sampah yang bisa didaur ulang dan yang harus dibuang pada tempatnya. Jika kebiasaan ini tertanam sejak dini, ke depannya akan menjadi budaya," ujar Rizky.
Menurutnya, Kelurahan Kalideres terus mendorong masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kita harus mulai dari diri sendiri. Siswa-siswa inilah yang bisa menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan masing-masing," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP IT Almaka, Ridwan Hasim, mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan sampah.
"Setidaknya kegiatan ini dapat membuat para siswa lebih peduli dan memahami cara memilah sampah," ujarnya.
Ridwan menambahkan, para siswa terlihat antusias mengikuti seminar. Pihak sekolah juga telah menyediakan sarana pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu untuk mendukung penerapan kebiasaan tersebut di lingkungan sekolah.
"Usai mengikuti kegiatan ini, diharapkan siswa bisa melakukan pemilahan sampah," pungkasnya. (why)





